Syahrini adalah Teladan Jaman Now

Please log in or register to like posts.
News
Syahrini adalah Teladan Kaum Beriman Jaman Now

Syahrini adalah teladan kaum beriman jaman now, yang tidak peduli omongan sekaligus enggan ikut campur menasihati orang lain. Wajar kalau sebagian menganggapnya bagai sebuah lilin. Buat orang yang tak suka Syahrini, tentu boleh tetap bernafas. Namun hembusan nafasnya tak perlu disertai cibiran kelewat cemar, apalagi berperilaku beringas.

Nama lengkapnya Rini Fatimah Jaelani. Wanita yang lahir pada 1 Agustus 1982 ini mulai menekuni karier sebagai penghibur sejak menyapa khalayak sebagai penyanyi. Namun namanya dikenal lebih luas oleh masyarakat tatkala mulai muncul ragam macam prestasi dan kontroversi.

Dikenal luas membuat Syahrini akrab dengan beragam semat terhadapnya. Syahrini begitu dipuja oleh sebagian kalangan sepertihalnya dinista sebagian lainnya. Wajar saja, Syahrini memang kerap bersikap terbuka. Sikap yang membuat sebagian manusia merasa dirisak karenanya.

Manunggaling Syahrini-Kemewahan

Fesyen mewah dan Syahrini seolah tak bisa dipisahkan. Beragam busana mewah selalu membalut sekujur tubuhnya. Begitu pula dengan aksesoris lain yang dipakainya. Mulai dari sepatu, tas ikat pinggang, kacamata, topi, payung.

Syahrini laksana iklan berjalan. Ke mana pun ia pergi, baik di dalam maupun ke luar negeri, barang-barang mewah melewat di tubuhnya. Barang-barang mewah juga ia pakai saat tampil di panggung.

Yang lebih mencengangkan, beragam barang yang dikenakan memiliki harga selangit. Merujuk akun Fashion Princess Syahrini, tak ada barang yang dipakai Syahrini berharga di bawah Rp500 ribu. Hal itu yang membuat banyak netizen berdecak kagum setelah melihat harga kaus yang dikenakan Syahrini seharga Rp 4.950.000,-

Jika Descartes mengatakan ‘aku berpikir, maka aku ada’, lain halnya dengan Syahrini. Jika mengacu pada busana yang dikenakan, maka Syahrini bisa berkata, ‘aku berbusana, maka aku ada.’ Busana-busana mewah yang dikenakan ibarat identitas dirinya sebagai artis papan atas yang memiliki barang-barang mahal.

Selera Kelas Internasional

Dari banyak artis di Tanah Air, Syahrini ternyata paling getol mengenakan busana bermerk internasional yang berharga sangat mahal. Ia rupanya puas dengan barang-barang mewah. Dengan busana yang dikenakan itu, Syahrini membuat orang terperangah.

Sebagai figur publik Syahrini seperti mewajibkan untuk memperhatikan gaya busana yang dipakai. Penampilannya akan menjadi perhatian orang banyak. Selain itu, gaya busana juga bisa menjadi identitas diri.

Meski sering mendapat kecaman para netizen, Syahrini tak peduli. Ia tahu, semakin sering dikecam, maka namanya akan terus melesat bak meteor. Hal itu yang membuat dirinya tak bosan-bosannya memamerkan busana-busana bermerk internasional.

Saat ini banyak orang yang ‘ngiler’ melihat penampilan Syahrini. Tak sekadar busana, ia juga bisa wara-wiri ke mana saja dengan menggunakan alat transportasi mewah, bahkan menyewa pesawat pribadi. Saat banyak orang kesal akibat kemacetan, ia justru naik helikopter.

Jika banyak orang sedang berjuang terhadap kerasnya persaingan, Syahrini justru sedang menikmati hidup. Ia justru bermanja-manja dengan kemewahan, termasuk menikmati asyiknya mengenakan fesyen bercita rasa internasional. Dengan begitu, Syahrini seolah sedang mengumumkan citra dirinya sebagai artis papan atas.

Sosok Religius dalam Kemewahan

Tak hanya soal penampilannya yang berkelas, Syahrini suka berlibur ke berbagai negara di dunia. Namun, di balik itu, ia bisa disebut sosok religius. Jika berlibur ke mancanegara, tak jarang ia menyelipkan pesan-pesan keislamannya. Bagi Syahrini, di belahan dunia mana pun kakinya berpijak agar selalu mengingat Allah dan mencintai-Nya. Setidaknya, kakinya digunakan untuk melangkah ke masjid daripada tidak sama sekali.

Salah satu contoh, ia sempat menghadiri acara pengajian di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 10 Juli 2017 lalu. Berbalut baju putih dan kerudung, Syahrini tampak khusyuk berdoa. Dalam keterangan kegiatan tersebut, ia menulis kalimat yang menyentuh.

“Cinta pada dunia, dunia akan pergi…Cinta pada manusia, manusia akan mati…Maka cintalah pada Allah SWT…karena Dialah yang kekal abadi,” tulis Syahrini.

Selain itu, berbagai Syahrini juga mengunggah berbagai foto atau video aktivitas keagamaan lainnya. Seperti Hari Raya Idul Fitri, puasa, umrah, menyantuni anak yatim piatu, dan lain-lain. Hal itu yang membuatnya sering mendapat berbagai pujian dan cibiran.

Syahrini terus melangkah, meski tak sedikit cibiran yang dialamatkan kepadanya. Ia tak punya zona untuk memikirkan para pembenci. Setiap kali memosting sesuatu dalam Instagram atau media sosial lainnya, Syahrini tak lagi melihatnya. Ia lebih berpikir positif.

“Lebih baik mengalokasikan tenaga, pikiran dan hari-hariku untuk pekerjaan yang lebih bermanfaat dan positif,” ujar Syahrini, dalam sebuah kesempatan.

Enggan Meniup Lilin Karena Keyakinan

Keyakinan Syahrini terhadap ajaran agama berusaha dipeluknya dengan erat. Salah satu pandangannya tentang meniup lilin saat ulang tahun. Bagi Syahrini, merayakan ulang tahun dan acara tiup lilin saat ulang tahun tak diajarkan dalam Islam. Dalam pandangan Syahrini, meniup lilin berarti meredupkan semuanya.

“Karena di dalam Islam tidak ada budaya tiup lilin, buat aku niup lilin meredupkan semuanya. Jadi, kita nyalakan saja lampunya,” kata Syahrini saat memperingati hari lahirnya di Bogor, Jawa Barat, 30 Juli 2017 silam.

Syahrini menjelaskan ia bukan termasuk keluarga yang merayakan dan tiup lilin, melainkan hanya mensyukuri. Jadi, ulang tahun bukan sesuatu untuk dirayakan, melainkan mensyukuri atas bertambahnya usia. Syahrini kembali mengulangi pernyataan yang sama pada hari yang berbeda. Baginya, tradisi tiup lilin tidak ada, karena tak ada dalam Islam.

“Nggak, saya nggak merayakan. Cuma syukuran saja. Nggak ada tradisi tiup lilin juga, karena di dalam Islam nggak ada‎. Jadi seperti itu saja, potong kue dan makan sama-sama‎,” ungkap Syahrini dalam kesempatan yang sama.

Namun, sebagai penghibur, Syahrini seolah mengadapi dilema. Di satu sisi, ia harus berjumpa dengan banyak orang dan mengemban profesinya, di sisi lain ia harus berpegang teguh pada keyakinan yang dipeluknya.

Syahrini Soal Hijab

Salah satu dilema yang dihadapi Syahrini saat ini adalah menutup aurat. Ia menyadari betul mempunyai kewajiban untuk menutup auratnya. Namun, soal itu, ia punya alasan tersendiri. Dalam sebuah kesempatan, Syahrini pernah mengungkapkan, ia terpaksa melepas hijab karena alasan kontrak.

“Kalau nyanyi kan kita dikontrak tidak berhijab. Harus profesional,” kata Syahrini saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 16 April 2017 lalu.

Pelantun Sesuatu itu berharap bisa menutup auratnya di masa depan. Saat ini ia lebih mengutamakan untuk membina hatinya terlebih dahulu. Untuk itu, hanya pada momen-momen tertentu ia mengenakan hijab. Salah satunya saat menghadiri acara santunan kepada 2500 anak yatim di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 18 Juni 2017 lalu.

Saat ini, Syahrini masih belajar untuk mengenakan hijab. Namun, dengan banyaknya kontrak yang ada sebagai penghibur, Syahrini berusaha sabar dan ikhlas untuk membina hati hingga tercapai keinginannya untuk berbusana sesuai syariat. Boleh jadi, itu berusaha dilakukannya karena cinta sejatinya hanya tertuju pada Allah. Seperti dikatakan Syahrini, dalam awal tulisan ini.

“Cinta pada dunia, dunia akan pergi…Cinta pada manusia, manusia akan mati…Maka cintalah pada ALLAH SWT…karena Dialah yang kekal abadi.”

— Syahrini

Menyebar Virus Cinta Tanpa Laskar Cinta

Walau Syahrini mapan berdiri di hadapan sanjung puja dan popularitas, dirinya tetap berusaha untuk bisa menjadi panutan yang laras. Seorang panutan yang tak hendak menjadikan popularitas sebagai Tuhan. Perjalanan Syahrini adalah ikhtiar dan takdir yang selaras. Syahrini terus bersyukur ikhtiar yang dilakukan selaras dengan takdir yang digariskan.

Sebagian orang boleh saja memandangnya dengan cemar dan rajin mencibir. Meski demikian, Syahrini tak langsir ungkapan nyinyir yang dialamatkan padanya dari para tukang pandir. Biarpun sebagian orang sirik tiada akhir, Syahrini terus tetap mengalir.

Gempuran cibiran terhadap Syahrini memang tak selalu bisa disirnakan. Namun dirinya tetap tegap berusaha untuk tampil menghibur yang papa dan mengingatkan yang mapan. Penampilan yang memudahkannya menjadi penyebar virus-virus cinta pada manusia lainnya. Virus yang membuat manusia saling mencintai manusia seperti mencintai Tuhannya sang Pencipta.

Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; Rini Fatimah Jaelani; Syahrini;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *