Bersama Mencipta Surga Dunia

Please log in or register to like posts.
News
Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix;

Bersama mencipta surga dunia kulakukan melalui persahabatan. Katanya, persahabatan itu tidak terjalin secara otomatis, tetapi butuh syarat penting, yaitu proses panjang. Jika syarat tersebut hanya dimaknai satu arti hanya “proses panjang”, maka sungguh waktu yang kami lalui mungkin tidak memasuki kriteria syarat itu. Tapi kami akan memaknai syarat tersebut menjadi dua arti, yaitu “adanya proses” dan “waktu yang panjang”.

Dengan demikian, kami masih punya satu syarat, yaitu proses. Enam tahun bersama menikmati proses. Awet berkawan melewati suka dan duka hidup di bawah payung angkatan yang sama di kampus pendidikan tercinta.

Berawal dari perkenalanku dengan dia yang kusebut Miss Optimist. Miss Optimist adalah perempuan cuek dan gigih namun di sisi lain, dia juga sosok yang melankolis. Kalau sudah tersentuh hatinya, dia akan berubah jadi perempuan paling cengeng. Apalagi jika disuguhkan cerita-cerita tentang pengorbanan seorang ibu, mudah sekali airmatanya membasahi kelopak.

Berbeda dengan aku, kata rapuh tampak sudah jadi sebutan yang pas jika melihat fisik yang sangat lemah dan sikap mudah terharu. Dari situ, aku sering dijuluki Miss Empathic. Akan tetapi di balik keanggunan sisi feminim yang sering orang-orang lontarkan ternyata aku mampu menjadi sosok tangguh. Ketangguhanku terletak dalam kesanggupan menyembunyikan masalah terberat di hadapan orang-orang terdekat, terutama masalah perhelatan batin. Wajahku tetap riang menebar senyum walau kalbuku sedang terkulum.

Lain lagi dengan Miss Ambitious. Miss Ambitious adalah sosok yang selalu ceria dan tidak mudah marah. semangatnya menggapai sesuatu mudah sekali tersulut. Namun di satu sisi, dia kadang jadi orang yang menyebalkan, karena terlalu santai dan mudah menyepelekan sesuatu.

Miss Ambitious tampak memiliki sisi berlawanan dengan Miss Perfectionist. Walau sosoknya mungil dan tampak paling pasrah, Miss Perfectionist memiliki disiplin tingkat dewi. Tak heran kalau dia sering banget dikecewakan kalo masalah janjian, karena selalu datang paling awal diantara kami bertiga. Tak heran juga kalau kami meberi julukan padanya juga sebagai ratu on-time.

Berbagai karakter dan kebiasaan melebur menjadi satu nilai, yaitu kekompakan. Kompak yang kami tunjukkan bukan lagi urusan menduplikat sifat dan membiakkan kembaran, tapi dengan menghapus sekat dan memelihara keberagaman dalam kesatuan. Dalam kekompakan juga ada bahan baku yang sangat penting, kebersamaan. Membangun nilai kebersamaan itu tidak selalu dari jumlah yang banyak, tapi loyalitas yang ada sebagai kesanggupan untuk membangun kebersamaan dan menghargai keberadaan itu sendiri.

Kami semua mengerti bahwa perbedaan yang ada di dalam persahabatan kami tidak bisa dinafikan lagi, bahkan mungkin begitu nyata adanya. Mulai dari perbedaan golongan darah, latar belakang sosial, budaya, ras, bahkan agama, semua menjadi warna dalam persahabatan kami. Namun seiring waktu menyembuhkan, segala warna dan corak perbedaan itu lebur menjadi satu tujuan, yaitu sukses dalam persahabatan.

Sukses bersahabat yang kami usung juga tidak diukur dari bentuk kesuksesan yang sama secara bersamaan. Justru kesuksesan kami terletak pada sikap saling menerima pilihan satu sama lain disertai sikap saling mendukung tanpa menikung jalan masing-masing. Setiap kali perbedaan muncul, nurani menepis. Perbedaan tak seharusnya selalu menjadi pemicu jarak, karena semestinya menjadi hal yang menyadarkan bahwa kami saling membutuhkan.

Adanya spasi dalam hubungan persahabatan memang sudah tidak asing lagi. Tapi beruntung keadaan itu tidak berlanjut larut. Satu sama lain kami berusaha mencairkan kembali bekunya suasana. Ada kalanya oposisi juga diperlukan. Meski tingkat kebutuhannya jangan sampai melebihi kadar keberagaman. Oposisi hadir bukan untuk dimaki, tapi untuk dihargai dan disyukuri.

Masa-masa yang dilalui memberi banyak makna tentang penerimaan hidup. Setidaknya aku menjadi tahu bahwa ketulusan itu dilatih. Ketika kami mau bersungguh-sungguh membantu orang lain meski barangkali hasil kerja kami tidak dihargai. Ketika kami mau berlapang dada membantu orang lain yang mungkin kerja kami tidak dinilai penting. Ketika hati kami terluka dalam, tapi kami tetap berlaku baik kepada orang yang menyakiti.

Aku juga belajar memaknai pentingnya rasa peduli. Perihnya ketidakpedulian terasa saat berada dalam kesendirian dan tidak ada yang membantu kami. Padahal saat itu kami benar-benar membutuhkan pertolongan.

Mungkin pertemuan kami tidak berasal dari satu alasan yang tulus. Tapi aku yakin suatu saat nanti hal yang dianggap sederhana tanpa maknalah yang akan kami rindukan tanpa pernah tergerus. Jika kami sadar akan takdir, semua yang terjadi sebenarnya berada dalam jalur keteraturan yang indah. Meski serpihan keteraturan itu kadang berasal dari ketidaksengajaan yang terstruktur.

Kuharap Sang Pencipta menunjukkan jalan agar kami bisa berkumpul lagi di taman keabadian kelak. Berkumpul dengan cara dan kuasa terbaik. Karena hati tidak menghendaki nikmat kebersamaan semu semata, melainkan harapan bisa berbagi kebahagiaan seperti surga yang telah kami cipta bersama … di dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *