Semua Orang Memiliki Kepekaan

Please log in or register to like posts.
News
setiap manusia mempunyai kepekaan

Semua Orang Memiliki Kepekaan – Perokok biasanya tahu perbedaan rasa rokok yang pernah mereka hisap. Suka atau tidak itu selera masing-masing, tetapi perbedaan rasa setiap batang rokok dapat diketahuinya. Meskipun secara teoretis, mereka mungkin tidak tahu jenis-jenis tembakau serta komposisi rokok tersebut.

Bagi yang bukan perokok, apalagi yang anti rokok, memiliki kesulitan di sini. Mereka menganggap bahwa rasa rokok sama saja, toh juga hanya asap saja yang dihisap. Masalahnya, jika pikiran seperti itu dilanjutkan, bisa-bisa menganggap semua asap sama. Boleh jadi beberapa asap memiliki kesamaan tetapi rasanya jelas berbeda. Asap rokok dengan asap knalpot, jelas tidak bisa disebut memiliki rasa yang sama. Rokok kretek, filter, pun bermacam-macam.

Penikmat kopi juga demikian. Mereka yang sering menikmati kopi, tentu bisa mengetahui perbedaan cita rasa masing-masing kopi. Seperti halnya perokok non-teoretis, mereka mungkin juga tidak tahu apa itu kopi robusta dan arabica, pengolahannya secara white coffe atau black coffe, tetapi urusan rasa pasti mereka bisa membedakan. Bahkan keadaan batin pembuat kopi pun bisa turut memengaruhi rasa kopi yang oleh sebagian penikmat kopi bisa dirasakan bedanya. Racikan kopi buatan orang lain pun bisa diketahui.

kepekaan

Kepekaan Tertentu Terhadap Beberapa Hal

Hampir semua orang memiliki kepekaan tertentu terhadap beberapa hal. Selain perokok yang peka terhadap rokok, penikmat kopi yang peka terhadap cita rasa kopi, juga penikmat nasi. Nasi, meskipun tampak nyaris sama, tetapi memiliki rasa yang beda. Nasi yang ditanak dari beras bramo misalnya, tentu beda rasanya dengan beras umbuk wangi. Cara menanak nasi, memakai kayu bakar, kompor minyak tanah, kompor gas, ataupun rice cooker listrik pun memengaruhi rasa nasi.

Hal-hal lain misalnya pemusik hebat. Biasanya mereka memiliki kepekaan terhadap bakat-bakat pemusik hebat. Tinggal mereka mau memanfaatkan kepekaan ini atau dimanfaatkan orang lain melalui mereka. Contoh paling bagus adalah Ahmad Dhani. Ia memiliki kepekaan dalam melihat bakat pemusik hebat.

Siapa dulu yang bisa mengatakan Dara bisa melejit menjadi vokalis papan atas ketika tersisih dari ajang Mamamia? Ahmad Dhani adalah contoh orang yang memiliki kepekaan dan memanfaatkannya. Contoh yang dimanfaatkan seperti juri-juri ajang audisi pencarian bakat. Siapa pula bisa menyangka bahwa Egha Latoya bakal bisa dengan ciamik melantunkan karya terhebat DEWA19?

Orang lain boleh bilang, bakat tidak cukup, perlu kerja keras. Tetapi jika kerja keras yang dilakukan linear dengan bakat yang dimiliki, bukankah justru lebih nikmat rasanya dan maksimal hasilnya? Apalagi kalau linear juga dengan hobi dan lingkungan, sudah klop deh, tinggal berurusan sama takdir Tuhan saja, jika percaya pada Tuhan.

kepekaan manusia

Hanya Bajingan yang Tahu Bajingan

Ada satu ungkapan bagus dalam menggambarkan kepekaan ini, “Laa ya’rifu alwaliyu illaa aliwaliyu. Terjemahan bebasnya, “Hanya wali yang tahu orang lain itu wali”. Orang lain bisa menyebut si Anu adalah wali, dengan segala kelebihan yang dimiliki yang dianggap karomah, tetapi yang tahu si Anu itu wali atau bukan hanyalah Ilahi, kaum wali, dan mereka yang diberi tahu oleh Ilahi dan kaum wali lainnya.

Ungkapan ini bisa dikembangkan lagi. Misalnya, hanya pelukis yang tahu jiwa pelukis. Maksudnya, mereka yang benar-benar sesuai fakta. Terkadang ada citra yang saking kuatnya sampai menutupi fakta. Kalau citranya sesuai fakta tidak masalah, tetapi kalau tidak sesuai fakta, fitnah bukan? Hanya penulis yang tahu penulis. Hanya peragawati yang tahu peragawati. Atau bisa juga, hanya bajingan yang tahu siapa bajingan.

Tapi jangan main-main dengan ungkapan serupa seperti ini. Misalnya hanya Tuhan yang tahu siapa Tuhan. Agak aneh bukan? Karena memang ciptaan Tuhan tak perlu berlelah memikirkan hakikat Tuhan, melainkan cukup bergairah menikmati ciptaan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *