Ragam Macam Kecerdasan Manusia

Please log in or register to like posts.
News
Ragam Macam Kecerdasan Manusia

Ragam Macam Kecerdasan Manusia – Kecerdasan majemuk mulai diperkenalkan oleh Howard Gardner pada tahun 1983 untuk memperbaiki paradigma masyarakat yang terlalu sempit mengenai kecerdasan, yaitu paradigma yang mengungkapkan tingkat keberhasilan seorang individu hanya didasarkan pada skor tes IQ. Gardner mengungkapkan bahwa intelegensi atau kecerdasan didefinisikan sebagai “kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu seting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata” (Suparno, 2004, hlm. 17). Menurut Gardner, inteligensi memuat kemampuan untuk memecahkan persoalan yang nyata dalam situasi yang bermacam-macam.

Terlalu sempit jika kemampuan seseorang hanya didasarkan pada hasil tes IQ. Tes IQ hanya mengukur beberapa sisi dari kemampuan seseorang, yaitu verbal-linguistik dan logis-matematis. Armstrong (2013, hlm. 32) mengemukakan bahwa setiap anak memiliki kedelapan jenis kecerdasan dan dapat mengembangkan semuanya ke tingkat kempetensi yang wajar. Anak-anak mulai menunjukkan apa yang disebut Howard Gardner sebagai “kecenderungan” terhadap kecerdasan-kecerdasan tertentu sejak usia dini.

Ragam Macam Kecerdasan Manusia

Berikut akan dipaparkan mengenai kedelapan kecerdasan majemuk Howard Gardner (Armstrong, 2013, hlm.6-7).

  1. Linguistik

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik lisan (misalnya, sebagai seorang orator, pendongeng, atau politisi) maupun tulisan (misalnya, sebagai penyair, penulis naskah drama, editor atau jurnalis). Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk memanipulasi sintaks atau struktur bahasa, fonologi atau bunyi bahasa, semantik atau makna bahasa, dan dimensi pragmatis atau kegunaan praktis dari bahasa. Beberapa manfaatnya termasuk retorika (menggunakan bahasa untuk mengingat informasi), penjelasan (menggunakan bahasa untuk menginformasikan), dan metabahasa (menggunakan bahasa untuk membicarakan tentang bahasa itu sendiri).

  1. Logis-Matematis

Kecerdasan logis-matematis adalah kemampuan menggunakan angka secara efektif (misalnya, sebagai seorang ilmuwan, pemrogram komputer, atau ahli logika). Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap pola-pola dan hubungan-hubungan yang logis, pernyataan dan dalil (jika-maka, sebab-akibat), fungsi, dan abstraksi terkait lainnya. Jenis-jenis proses yang digunakan dalam pelayanan kecerdasan logis-matematis mencakup kategorisasi, klasifikasi, kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesis.

  1. Visual-Spasial

Kecerdasan Visual-Spasial adalah kemampuan untuk memahami dunia visual-spasial secara akurat (misalnya, sebagai pemburu, pramuka, atau pemandu) dan melakukan perubahan-perubahan pada persepsi tersebut (misalnya, sebagai dekorator interior, arsitek, seniman, atau penemu). Kecerdasan ini melibatkan kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan-hubungan yang ada di antara unsur-unsur ini. Hal ini mencakup kemampuan untuk memvisualisasikan, mewakili ide-ide visual atau spasial secara grafis, dan mengorientasikan diri secara tepat dalam sebuah matriks spasial.

  1. Kinestetik

Kecerdasan kinestetik adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan-perasaan (misalnya, sebagai aktor, pemain pantomim, atlet, atau penari) dan kelincahan dalam menggunakan tangan seseorang untuk menciptakan atau mengubah sesuatu (misalnya, sebagai seorang perajin, pematung, mekanik, atau ahli bedah). Kecerdasan ini meliputi keterampilan fisik tertentu seperti koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan, serta kapasitas-kapasitas proprioseptif, taktil, dan haptic.

  1. Musikal

Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk merasakan (misalnya, sebagai penikmat musik), membedakan (misalnya, sebagai kritikus musik), mengubah (misalnya, sebagai komposer), dan mengekspresikan (misalnya, sebagai seorang performer atau pemain musik) bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, nada atau melodi, dan timbre atau warna nada dalam sepotong musik.

  1. Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan membuat perbedaan-perbedaan pada suasana hati, maksud, motivasi, dan perasaan terhadap orang lain. Hal ini dapat mencakup kepekaan terhadap ekspresi wajah, suara, dan gerak tubuh; kemampuan untuk membedakan berbagai jenis isyarat interpersonal; dan kemampuan untuk merespon secara efektif isyarat-isyarat tersebut dalam beberapa cara pragmatis (misalnya, untuk mempengaruhi sekelompok orang agar mengikuti jalur tertentu dari suatu tindakan).

  1. Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal merupakan pengetahuan diri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasarkan pengetahuan itu. Kecerdasan ini termasuk memiliki gambaran yang akurat tentang diri sendiri (kekuatan dan keterbatasan seseorang); kesadaran terhadap suasana hati dan batin, maksud, motivasi, temperamen, dan keinginan; serta kemampuan untuk mendisiplinkan diri, pemahaman diri, dan harga diri.

  1. Naturalis

Kecerdasan naturalis merupakan keahlian dalam mengenali dan mengklasifikasikan berbagai spesies flora dan fauna, dari sebuah lingkungan individu. Hal ini juga mencakup kepekaan terhadap fenomena alam lainnya (misalnya, formasi-formasi awan, gunung, dll) dan, dalam kasus yang tumbuh di lingkungan perkotaan, kemampuan untuk membedakan benda-benda mati seperti mobil, sepatu, dan sampul CD.

Walaupun kecerdasan bersifat variatif akan tetapi semua kecerdasan tersebut digunakan  secara bersamaan sepanjang waktu (Chau, 2006, hlm. 9). Selain itu, setiap kecerdasan memiliki kesempatan untuk berkembang bergantung kepada faktor lingkungan, sebagaimana yang diungkapkan Suparno (2004, hlm. 19) yang menyebutkan bahwa inteligensi seseorang dapat dikembangkan melalui pendidikan.

Pustaka

Suparno, P. (2004). Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

Armstrong, T. (2013). Kecerdasan Multipel di Dalam Kelas. Jakarta: PT Indeks.

Chau, M.Y. (2006). Connecting Learning Styles and Multiple Intelligences Theories Through Learning Strategies: An Online Tutorial for Library Instruction. Library and Information Science Research Electronic Journal, 16 (1), hlm. 1 -14.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *