Menghakimi Mulan Jameela

Please log in or register to like posts.
News

Sudah menjadi risiko tersendiri bagi seorang publik figur untuk memiliki haters, apalagi di era yang serba social media seperti sekarang. Banyak yang bilang haters menjadi penyeimbang popularitas, tapi berlakukah hal itu untuk Mulan Jameela?

Makin hebat atau terkenal seorang penghibur, maka ia punya fans dan haters yang lebih banyak. Contoh paling bagus dalam hal ini adalah Syahrini. Tak dimungkiri ia memiliki fans fanatik luar biasa, namun haters padanya juga tak kalah jumlahnya. Akan tetapi, dalam kasus Mulan Jameela tampaknya anggapan itu mendapat sebuah pengecualian.

Memang sulit dibantah jika istri musisi Ahmad Dhani ini merupakan salah satu penghibur dengan jumlah haters terbanyak dan paling radikal. Coba bayangkan, dalam satu foto yang diunggahnya di Instagram ia hampir selalu mendapat ribuan komentar pedas, penuh caci maki dan tanpa ampun.

Penyebabnya? Tentu saja karena ‘predikat’ perebut suami orang, dalam kasus ini Ahmad Dhani dari Maia Estianty. Mulan disebut sebagai perusak rumah tangga bahagia antara kedua pasangan tersebut, yang juga berdampak besar dalam kehidupan anak-anak Dhani dan Maia.

Bahkan, masih segar dalam ingatan saya kala foto Mulan Jameela yang diunggah Rio Motret dihujani komentar sinis. Tak lama setelah diunggah, demi kebaikan bersama Rio sampai menghapus postingan foto kehamilan Mulan tersebut.

Di sisi lain, Bunda Maia Estianty mendapat banyak simpati dan dukungan warganet. Hampir semua warganet melihat Maia sebagai queen, wonder woman, dan sosok yang wajib dibela. Banyak yang menyebut Dhani telah melakukan blunder ketika menceraikan Maia dan memilih Mulan. Tapi kenyataannya apakah demikian?

Sebagai salah satu pengguna social media, saya menangkap logika warganet pun secara sederhana begini: Mulan salah besar, Dhani salah, Maia benar. Seakan-akan kehidupan mereka adalah sinetron, yang sifat karakternya sudah saklek dan tak bisa diganggu gugat.

Tapi di sini kita takkan membahas terlalu jauh tentang kisah cinta rumit antara ketiga penghibur tersebut. Karena pada dasarnya setiap orang punya pemikiran dan sudut pandangnya sendiri dalam melihat suatu permasalahan, begitu pun saya yang di sini mencoba bersikap semadyana, walau tetap memihak Mulan Jameela.

Pantaskah Mulan Jameela diadili?

Agnez Mo punya jumlah haters yang cukup banyak di Instagram dan Twitter, tapi jumlahnya mungkin tak sebanyak Mulan Jameela. Lelah dengan semua cacian, Ahmad Dhani sempat menyarankan agar Mulan tak lagi menggunakan social media. Tapi menyerah kepada haters adalah tindakan lemah, dan Mulan pun tak mengindahkan saran dari Dhani..

Instagram memang sedang hits di kalangan masyarakat kita. Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna Instagram yang besar. Melihat sisi positifnya, okelah Indonesia mulai kekinian dan melek internet. Namun sayangnya sikap up to date ber-social media itu tak diimbangi dengan attitude yang baik. Medsos justru jadi ajang penebar kebencian, ketimbang tujuan awalnya untuk menjalin hubungan sosial yang lebih baik.

Dari segi pemberitaan daring, tak jarang warganet juga menghujat setiap judul berita yang melibatkan nama Mulan. Entah apapun itu, misalnya berita Mulan sedang nyanyi off air, komentar yang diluncurkan tak jauh-jauh dari makian dan perebut suami orang. Hello… di mana korelasinya?

Sejahat itukah Mulan sampai-sampai diadili oleh sebagian besar pengguna social media? Jika memang salah, lalu apa sih yang orang-orang sinis itu inginkan? Dhani cerai dengan Mulan dan kembali pada Maia? Apakah itu jalan terbaik untuk menyelamatkan semua orang? Apakah kembalinya Dhani dan Maia sebagai pasangan suami istri akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) di Negeriku Indonesia?

Yang jelas, Ahmad Dhani punya pertimbangan sendiri untuk memutuskan pisah dari Maia, wanita yang telah menemaninya selama bertahun-tahun, dari masa perjuangan hingga sukses seperti sekarang. Tanpa tanggung, talak tiga diberikan dengan kalimat pedas yang diungkapkan pada Desember 2006, “Pada hari ini telah kuharamkan tubuhku menyentuh tubuhmu.”

Gerangan apakah yang membuat Dhani, sosok yang menurut Once Mekel extremely good in words menggunakan kalimat itu? Apa yang sebenarnya dirasakan oleh sosok paling jujur menurut Ari Lasso ini? Apakah Dhani sengaja mengorbankan istri tercinta dan anak-anaknya hanya untuk menikahi orang lain? Entahlah, tapi menurut saya ia punya alasan kuat untuk itu.

Perceraian memang mendatangkan kesedihan dari berbagai pihak, tapi hidup harus terus berjalan bukan? Setidaknya kini Maia sudah lebih bebas tanpa Dhani, dan masih bisa bercengkrama dengan Al El Dul. Sementara Dhani dan Mulan juga berbahagia berkat Shafeea dan lahirnya anak kedua Dhani – Mulan, Ahmad Syailendra Aerlangga.

Sebagai manusia biasa, kita tentunya juga tak lepas dari kesalahan dalam bentuk yang beragam. Sudah sewajarnya kita selalu mengintrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai hal, termasuk bersocial media.

Menghakimi Mulan Jameela dengan kata-kata kasar yang membuat hati miris bukan solusi untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Saya yakin di luar sana masih ada Mulan-Mulan lain yang mendapat perlakuan tidak adil dari para pengguna Instagram, Twitter, Facebook dan platform media sosial lainnya.

Tulisan ini saya tulis untuk mengimbau agar kita bisa menggunakan social media dengan bijak dan sebagaimana mestinya. Pasalnya beberapa penghibur seperti Anji Manji dan Deddy Corbuzier menganggap serius ulah haters di social media, dan ‘mengadili’ mereka balik. Cukuplah kita mengumbar kata-kata kasar hanya untuk menebar kebencian. Toh, semua orang punya pilihan dan jalan hidupnya masing-masing. Mari evaluasi diri.

Menghakimi Mulan Jameela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *