Manusia adalah Makhluk Berperasaan

Please log in or register to like posts.
News
manusia adalah makhluk berperasaan

Manusia adalah makhluk berperasaan, Sehingga rasa bagi manusia menjadi landasan yang kuat. Ketika ada seseorang yang memiliki satu set badan lengkap tanpa dapat merasakan rasanya sendiri—apalagi rasa manusia lainnya—dia seakan robot. Walaupun memiliki kepandaian—bukan kecendekiaan—melebihi para perancangnya, belum bisa memiliki rasa.

Segala perkara maupun peristiwa yang memberikan manfaat pada rasa manusia pasti berguna bagi keberlangsungan keseharian ummat manusia. Rasa kasih sayang misalnya, sanggup membawa manusia pada rasa sama hingga segala yang dilakukan memberikan kegembiraan. Sama-sama merasakan adanya kesamaan, kesetaraan, maupun keserupaan rasa antara dia sendiri dengan seluruh ciptaan Pelantan.

Rasa kasih sayang menahan kita untuk tak melakukan segala hal yang merisak rasa liyan. Rasa inilah yang dengan lembut menghantam hingga sukma terdalam yang—ketika sudah tersentuh—bisa membuat segala rasa yang tertuang menjadi terkenang. Saling mengapresiasi kesamaan sekaligus menghormati ketidaksamaan berpadu dengan semangat untuk saling memuliakan dan melantan muruah liyan.

Rasa sama membuat manusia terikat dengan liyan dan lingkungan

Sehingga segala yang dilakoni tak merisak nurani. Kosok bali dari rasa beda yang merasa berbeda—baik rasa lebih tinggi maupun lebih rendah—dari liyan. Rasa beda rentan memantik gairah pertikaian maupun ketidakpedulian yang membuahkan perilaku meresahkan.

Tak jarang dalam beberapa pilihan manusia merasa memiliki satu kesamaan pilihan antara dirinya dengan manusia lainnya. Dalam keseharian yang penuh dengan pilihan, satu kesamaan merupakan satu titik temu untuk menciptakan keharmonisan. Tak dimungkiri, dalam beberapa hal lainnya memang ada ragam macam ketidaksamaan. Jika ada satu titik yang mengharmoniskan untuk apa mempermasalahkan titik-titik lain yang menceraikan?

Sebagai makhluk berperasaan, berunjuk rasa merupakan pementasan yang wajar dilakukan dalam keseharian. Entah unjuk rasa melalui rupa, nada, gerakan, tulisan, dsb. dst. termasuk bergeming. Unjuk rasa yang disertai rasa sama membuat manusia saling mengapresiasi dan menghormati setiap pilihan keseharian yang dijalani.

Segala unjuk rasa yang yang bisa menggembirakan rasa ataupun menjadi sarana melepas rasa lara menimbulkan kekaguman pada pengunjuk rasa. Kekaguman menyebabkan manusia yang dikagumi mewujud sebagai panutan. Semua orang tentu memiliki panutan. Mulai orangtuanya, keluarga, tetangga, sahabat, guru, teman, hingga sosok lainnya termasuk sosok yang dikenal sebagai public figure.

Panutan, baik seorangan atau sekerumunan, memberi semangat terhadap langkah yang dijalani dalam melakoni keseharian. Panutan memiliki peran psikis, yang dapat memengaruhi pandangan (cara, sudut, jarak, sisi, dan resolusi) terhadap sesuatu bahkan bisa memengaruhi seseorang sepenuhnya.

Seorang panutan biasanya menjelma sebagai sosok agung bagi pengagumnya. Sosok yang memiliki daya dorong luar biasa hingga sanggup membawa batin pengagumnya larut terhadap beberapa perkara. Saking hanyut batin itu sampai pementasan perilaku keseharian tak bisa dirunut dengan nalar biasa.

Setiap manusia layak menjadi panutan

Entah manusia tersebut dipandang sebagai sosok besar karena banyak orang juga mengaguminya atau dipandang sebagai sosok kecil karena sedikit orang yang mengenalnya. Sah-sah saja preman yang nama sapaannya tak layak untuk menjadi nama sebuah gang dijadikan panutan. Namun nama itulah yang selalu dirawat penuh hormat dalam hati pengagumnya. Itulah nama yang selalu diingat karena inspirasinya, bukan wajah garang atau perilaku beringasnya. Yang jelas, sepanjang orang menampilkan kesungguhan dalam menjalani keseharian, pasti ada orang yang menjadikannya sebagai panutan, meski diam-diam. Tak selalu kekaguman perlu diungkapkan secara terang-terangan kepada banyak orang.

One comment on “Manusia adalah Makhluk Berperasaan

  1. Pingback: Secarik Kesan Terhadap Eny Rochmawati Octaviani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *