Home / Kolom / Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri
Anggi Safaningrum; Anggi; Safaningrum; Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; Pesantren; NKRI
Peran Pesantren dalam Membangun NKRI

Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri

Pesantren dan pendidikan karakter santri merupakan dua hal berkaitan erat. Istilah “santri” konon berasal dan bahasa Sanskerta “shastri,” artinya orang yang belajar kalimat suci dan indah. Para Wali Songo kemudian mengadopsi istilah tersebut sebagai “santri”. Salah pengucapan dalam hal ini biasa, misalnya, kata “syahddatayn” di Jawa menjadi “sekaten” dan seterusnya. Jadi, “shastri” atau “santri” adalah orang yang belajar kalimat suci dan indah, yang menurut pandangan Wali Songo berarti kitab suci Al-Quran dan Hadis. Kalimat-kalimat suci tersebut kemudian diajarkan, dipahami dan dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kitab kuning yang merupakan khazanah Islam produk ulama al-saladal-shalih, dijadikan panduan oleh para kyai, nyai dan santri untuk memahami substansi ajaran yang ada dalam Al-Quran dan Hadis. Pondok Pesantren merupakan warisan para Wali Songo. Mereka  berbaur di tengah masyarakat Nusantara dan berdakwah dengan metode akulturasi, mengapresiasi tradisi dan kearifan lokal, serta memberikan keteladanan dengan berpegang pada Al-Quran, Hadis dan Kitab Kuning. Para Wali Songo-lah yang membawa Kitab Kuning ke Nusantara yang sampai sekarang diajarkan di Pondok Pesantren. Mereka sejak dahulu mengajarkan kalimat suci dan indah, yang dengan itu mereka membangun al-akhlq al-karimah. Para kyai mengikuti cara  dakwah Wali Songo dengan mencontohkan dan memberi teladan yang baik atau uswah hasanah. Jadi, uswah hasanah itu tidak hanya  ada pada diri Rasulullah, tetapi juga ada pada diri para kyai sebagai ulama yang merupakan pewaris para Nabi dan agen al-akhlaq al-karimah. Ciri keberhasilan pendidikan Rasulullah adalah bahwa beliau tidak pernah menyuruh orang lain untuk berbuat baik, sebelum beliau melakukan dan memberikan contoh terlebih dahulu. Keberhasilan pendidikan ulama pesantren pada zaman dahulu juga dikarenakan mereka memberi keteladanan, dan tidak pemah mengatakan apa pun yang tidak mereka lakukan. Pendidikan budi pekerti tanpa keteladanan akan melahirkan pertanyaan, “bagaimana tongkat yang bengkok bisa menimbulkan bayangan yang lurus?”

 

Nilai kepesantrenan yang sebenarnya adalah membangun kesucian dan keindahan secara nyata dalam kehidupan. Tidak sekedar membangun kata, tetapi juga membangun tindakan yang kongkret sehingga Rahman dan Rahim Allah benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari. Setiap Muslim menjadi agen kasih sayang Allah, yang begitu sopan santun terhadap makhluk-Nya. Misalnya, Allah SWT. Bertanya “Apakah kamu tidak memerhatikan [hai manusia] air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari mendung yang hitam itu  ataukah Kami?” Perhatikan, Allah sama sekali tidak membentak-bentak kita. Justru dengan lembut dan sopan Ia memberikan isyarat bahwa susunan kata dan rangkaian kalimat yang baik dalam pergaulan sangatlah penting.

 

Di Pesantren Jawa disebutkan, “Ajining diri soko lathi,” artinya kehormatan seseorang berada pada apa yang diucapkan dan disampaikannya. Kalau ucapannya kasar, menyakiti, tidak ramah, itu berarti hatinya tidak bersih dan tidak dekat dengan Allah. Jangan katakan kita sudah ber-tuqarrub kepada Allah jikalau pembicaraan kita selalu kasar, apalagi kalau sampai melahirkan ketakutan di dalam hati orang lain. Di sinilah fungsi pesantren dalam membentuk para santri, supaya jika mereka bertindak dan berbicara selalu sopan santun dan lembut. Sebab kalimat yang indah adalah pertanda hati yang bersih.

 

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang genuin dan tertua di Indonesia. Eksistensinya sudah teruji oleh zaman, sehingga sampai saat ini masih survive dengan berbagai macam dinamikanya. Ciri khas paling menonjol yang membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan Iainnya adalah sistem pendidikan dua puluh empat jam, dengan mengkondisikan para santri dalam satu lokasi asrama yang dibagi dalam bilik-bilik atau kamar-kamar sehingga mempermudah mengaplikasikan sistem pendidikan yang total.

 

Metode pembelajaran pesantren yang paling mendukung terbentuknya pendidikan karakter para santri adalah proses pembelajaran yang integral melalui metode belajar-mengajar (dirasah wa ta’lim), pembiasaan berperilaku luhur (ta’dib), aktivitas spiritual (riyadhah), serta teladan yang baik (uswah hasanah) yang dipraktekkan atau dicontohkan langsung oleh kyai/nyai dan para ustadz. Selain itu kegiatan santri juga dikontrol melalui ketetapan dalam peraturan/tata-tertib. Semua ini mendukung terwujudnya proses pendidikan yang dapat membentuk karakter mulia para santri, di mana dalam kesehariannya mereka dituntut untuk hidup mandiri dalam berbagai hal. Mulai dari persoalan yang sederhana seperti mengatur keuangan yang dikirim orang  tua agar cukup untuk sebulan, mencuci pakaian, sampai pada persoalan yang serius seperti belajar dan memahami pelajaran.

 

Secara tidak langsung, pesantren juga mengajarkan para santri untuk menghargai perbedaan suku, ras, bahasa, serta menciptakan pergaulan yang diistilahkan oleh Gus Dur sebagai “kosmopolitanisme pesantren”. Para santri yang belajar di pesantren datang dari berbagai penjuru Tanah Air dengan latar belakang suku dan bahasa yang berbeda-beda. Pergaulan lintas suku, bahasa dan daerah menjadikan para santri menyadari kebinekaan yang harus dihargai dan menghayati semboyan bangsa kita, “Bhinneka Tunggal Ika”.

 

Para kyai/nyai selalu memberikan wejangan kepada para santri sebagai calon pemimpin dan agen perubahan di masa depan. sehingga dalam jiwa mereka tertanam kesadaran untuk mempersiapkan diri menjalankan peran tersebut sekembalinya mereka ke tengah-tengah masyarakat di kampung. Kepemimpinan yang dimaksudkan oleh pesantren bukanlah dalam makna jabatan formal dan politik, melainkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, di mana mereka harus memandu dan mencerahkan masyarakat menuju ke arah yang Iebih baik.

 

Kemandirian menjadi modal terpenting bagi para santri ketika terjun di tengah masyarakat. Dengan jiwa mandiri, para santri tidak akan mudah tergiur dengan iming-iming jabatan formal, atau diintervensi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Hal ini tidak lepas dari keteladanan para kyai/nyai, yang sebagian besar mendirikan pesantren dengan jerih-payah mereka secara mandiri, berdasarkan keinginan yang kokoh untuk berbagi ilmu pengetahuan agama kepada umat. Dari segi kurikulum dan sistem pembelajaran pun, pesantren bersifat mandiri dan otonom. Jauh sebelum otonomi pendidikan diwacanakan dan dianjurkan oleh pemerintah, pesantren sudah menerapkannya terlebih dahulu. Karena masing-masing pesantren otonom dalam pendidikannya, sangat kecil kemungkinan untuk mengeneralisir corak pesantren di Indonesia.

 

Muhammad Ali Yahya
Godly-nationalism

About Muhammad Ali Yahya

Muhammad Ali Yahya
Godly-nationalism

Check Also

Manusia adalah Makhluk Berperasaan; Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Venice Min; Eny Rochmwati Octaviani; Eny Rochmawati Octaviani; Eny; Rochmwati; Rochmawati; Octaviani; Butcah Chuniez; Butcah; Chuniez; Thata; Tata; ThatA Bee; Bee;

Manusia adalah Makhluk Berperasaan

Manusia adalah makhluk berperasaan, sehingga rasa bagi manusia menjadi landasan yang kuat. Ketika ada seseorang …