Home / Kolom / Membaca Karya Julia Perez
Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Venice Min; Eny Rochmwati Octaviani; Eny Rochmawati Octaviani; Eny; Rochmwati; Rochmawati; Octaviani; Butcah Chuniez; Butcah; Chuniez; Thata; Tata; ThatA Bee; Bee; Paris Whitney Hilton; Whitney; Hilton; Paris Whitney; Paris Hilton; PARIS; high off my love; stars are blind; 17 February 1981; Yuli Rahmawati; Yuli; Rahmawati; Julia Perez; Julia; Perez; Jupe; 15 Juli 1980;
Membaca Karya Julia Perez

Membaca Karya Julia Perez

Yuli Rahmawati yang biasa disapa Jupe … buat sebagian orang hanyalah penghibur (entertainer). Bagi sebagian orang lainnya, Jupe adalah sosok istimewa yang senantiasa dicinta tanpa pernah luntur. Sedangkan untuk sebagian lainnya, Jupe adalah seorang wanita dengan kesan cemar yang mereka pandang lacur.

 

Sebagian orang boleh menganggap para penggemar Jupe melakukan pekerjaan sia-sia. Sesekali duduk terpaku selama beberapa waktu, menikmati beragam jenis sajian unjuk rasa yang dihadirkan atau menyinggung nama seorang Julia. Betapa tololnya mengabdikan mata demi menikmati sajian dari sesama manusia biasa yang derajatnya tampak setara (walau mungkin martabatnya beda).

 

Tapi tahukah mereka bahwa menikmati sajian tersebut merupakan peristiwa yang terasa bermakna. Satu peristiwa yang memberikan sebuah penghiburan, menyuntikkan sejumlah pengharapan. Satu peristiwa yang bisa mencairkan sukma ketika rasa lara gundah gulana didera. Satu peristiwa yang ketika hati dihinggapi rasa kesombongan bisa memberikan peringatan.

 

Sekarang, Yuli alias Jupe sudah berpindah dimensi alam. Dalam usia kurang 40 tahun, dirinya sudah menganyam namanya menjadi sanggam. Dengan tetap memperhatikan segala yang telah diperbuatnya, rasanya tak berlebihan kalau harapan dipanjatkan pada Penguasa Semesta. Harapan agar Jupe mendapat cinta dari-Nya.

 

Jupe berpindah dimensi alam saat usianya 37 tahun kurang 35 hari. Selama waktu itu, dirinya tak lelah mengayuh perjalanan yang dilakoni. Perjalanan yang dilakoni Jupe adalah perpaduan ikhtiar dan takdir. Sebagian orang boleh saja mencibir. Meski demikian, Jupe tak langsir ungkapan nyinyir yang dialamatkan padanya dari para tukang pandir. Biarpun sebagian orang sirik tiada akhir, Jupe terus tetap mengalir.

 

Jupe terus tetap mengalir menghibur yang lara dan mengingatkan yang mapan dengan cara yang bisa dia lakukan. Walau kalbu Jupe tak selalu bebas dari rasa sendu. Rasa sendu selalu dihadapi Jupe dengan cara yang dia mampu. Salah satunya ialah dengan menulis buku. JUPE: My Uncut Story, judul buku yang ditulisnya. Buku yang diluncurkan di Warung Pasta, Kemang, Jakarta Selatan pada 27 Oktober 2014 ini kini menjadi saksi bisu ketika kanker mulai menggerogoti tubuhnya.

 

Sebagai orang yang tak bisa lepas dari perhatian kerumunan, ada masanya ketika Jupe merasakan tekanan. Tekanan dari dunia hiburan sebagai sebuah pekerjaan yang dia pilih untuk memenuhi keburuhan. Dunia hiburan kerap memaksa pelakunya untuk tak menampakkan diri seutuhnya. Malah tak jarang para pelaku terpaksa menampilkan gambaran yang justru bertolak belakang dari kepribadian.

 

Mungkin keadaan tersebutlah yang ingin disampaikan Jupe melalui JUPE: My Uncut Story. Dengan menyampaikan sendiri secara tertulis, nilai pernyataan lebih kuat dan sanggam terpahat. Hal ini dapat terlihat dari seluruh penuturan Jupe dalam buku ini. Seluruh penuturan mengarah pada penegasan bahwa Jupe memiliki dua sisi, sebagai manusia biasa serta sebagai penghibur.

 

Sebagai penghibur, Jupe lekat sekali dengan bagian dadanya. Barangkali dada adalah bagian yang paling cepat dan mudah dibayangkan andai nama Jupe disebutkan. Hal ini disinggung Jupe dalam bab tersendiri berjudul 36D.

“Menurut gue, semua bagian tubuh gue indah. Sekalipun itu upil.” tulisnya.

Tak dimungkiri memang bagian dada memiliki daya pikat sangat kuat. Saking kuatnya, Jupe pun sampai merasa perlu menyebut upilnya pun indah. Tak perlu mencibir kalau Jupe menyebut upil, dirinya hanya berusaha menyampaikan harapan agar para penikmat penampilannya melihat dirinya seutuhnya, tak sebatas bagian dada.

 

Dalam bab selanjutnya, Jupe menuliskan tentang cinta. “Tak ada yang kau ketahui selain namanya, itulah cinta,” ungkap Jalaluddin Rumi. Walau begitu, Jupe berusaha mendefinisikan sendiri makna cinta menurutnya. Buat Jupe, cinta adalah mempertahankan orang yang kita sayang dan kita setia. Oleh karena itu, buatnya, ketika kita menyia-nyiakan orang yang kita cinta, maka itu bukanlah cinta, melainkan nafsu sesaat. Lebih lanjut, Jupe menyebut bahwa nafsu sesaat adalah ungkapan manusia yang takut akan kesendirian.

 

Selain menuliskan pelurusan dan penegasan mengenai kesan orang lain terhadap dirinya, Jupe juga mengungkapkan pendapatnya terkait dua hal berkelindan wanita: poligami dan nikah siri. Dengan tegas Jupe menolak poligami. Saya sendiri tetap mendukung poligami dengan syarat berupa persetujuan dari calon istri sebelum akad nikah dilaksanakan. Sementara nikah siri dikritik Jupe sebagai perilaku warga negara yang enggan ribet terhadap kebijakan negara.

 

“Buat orang yang patah hati, coba bikin kesibukan karena itu adalah caranya. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Buat karya yang bagus, buat diri lo bangga sama diri sendiri.” tulis Jupe pada bagian akhir buku tersebut. Tulisan yang diharapkan olehnya bisa memberikan penghiburan dan membangkitkan pengharapan bagi mereka yang merasa jiwanya dihampiri kabut.

 

JUPE: My Uncut Story memang hadir dengan berbagai keterbatasan mengenai perkara yang dimengerti Jupe, penulisnya. Keterbatasan yang membuat buku ini tidak lepas dari kekurangan dan kekhilafan, bersifat subjektif, relatif, dan tidak final. Tentunya Jupe mengerti bahwa buku ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk ditulis sebagai naskah hasil dari sebuah kajian ilmiah. Jupe hanya ingin berunjuk rasa, melalui ragam cara yang dia bisa, menulis adalah salah satunya.

 

 

Anggi Safaningrum
Penulis lepas media daring

About Anggi Safaningrum

Anggi Safaningrum
Penulis lepas media daring

Check Also

Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; 임윤아; Im Yoon-ah; Im Yoona; 임; 윤아; Im; Yoon-ah; YoonA; 30 May 1990; Busana; Pemantas Raga, Pelaras Jiwa;

Pemantas Raga, Pelaras Jiwa

Pemantas raga, pelaras jiwa, itulah busana. Busana sudah menjadi kebutuhan utama manusia sejak awal keberadaannya. …