Jupe, Menghibur dari Alam Kubur

Please log in or register to like posts.
News

Indonesia, negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, dan merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, industri hiburannya berkembang sangat pesat sejak berakhirnya masa pemerintahan Suharto.

Program-program hiburan di televisi, menciptakan peluang-peluang yang tidak pernah ada sebelumnya bagi mereka yang berbakat, dan tidak berbakat sekalipun untuk maju. Setiap pagi dari jam 06.30, hampir sebagian besar stasiun TV nasional sudah diramaikan program infotainment (information and entertainment, informasi dan hiburan).

Ini adalah salah satu acara industri TV nasional yang paling menguntungkan dengan mengangkat kisah-kisah skandal, sensasi, kisah sukses, dan kisah patah hati sebagai sajian utamanya. Dan di antara para bintang hiburan yang bersinar, hanya beberapa yang mencapai puncak, atau dicintai seperti mendiang Julia Perez.

Yuli Rachmawati, itu nama aslinya, meninggal di usia yang masih sangat muda, 36 tahun 330 hari, setelah bertahun–tahun melawan kanker serviks. Dengan followers lebih dari 5 juta di Twitter dan 13,6 juta di Instagram, Jupe telah berhasil mengubah pesonanya yang memang tidak diragukan lagi menjadi sebuah industri mini.

Jupe adalah sosok yang langka. Dia seorang pemeran, penyanyi, pembawa acara TV, peragawati, dan bintang acara reality show. Singkat kata, eksistensinya ada dimana-mana, baik di media massa maupun media sosial.

Meski citra seksinya yang terang benderang, dan sikapnya yang kadang cenderung genit dan nakal, kekuatan utama dan daya pikat Jupe bagi masyarakat Indonesia adalah justru pada keterbukaan dan kejujurannya sebagai seorang perempuan yang tidak beruntung dalam hal percintaan. Padahal dia begitu mati-matian ingin mempertahankan cintanya, mempunyai sebuah keluarga dan menikmati jerih payah dari semua kerja kerasnya.

Dalam hal ini, tidak banyak yang bisa dipisahkan dari seorang Jupe. Dia artis muda yang menginspirasi ribuan perempuan yang kesana-kemari mencari pekerjaan. Namun, hanya berujung pada kehidupan yang pahit, rumah tangga yang porak poranda, dan suami yang tidak setia.

Jupe lahir pada 15 Juli 1980 dari pernikahan seorang pemain bola profesional, Angkasa Jaya, dan ibu rumah tangga, Sri Wulansih, yang tidak bertahan lama. Dari banyak cerita, dia tumbuh dewasa dengan cepat, menghasilkan uang sendiri dari mengantarkan koran dan berbagai pekerjaan tidak tetap lainnya.

Berkat kecemerlangan dan ketekunannya, membuat Jupe dengan cepat mendapatkan pekerjaan sebagai seorang sekretaris. Dia pasti telah membuat para atasannya terkesan hingga dia diberi kesempatan untuk jalan–jalan ke Eropa, dan kemudian menetap di sana selama beberapa tahun.
Tampil di berbagai majalah pria dewasa, seperti FHM dan Maxim, Jupe kembali ke Jakarta dengan penampilan barunya, bersama suaminya yang kewarganegaraan Prancis, Damien Perez, dan reputasi yang “menghebohkan” jagat hiburan Tanah Air.

Masuk ke dalam industri film dan acara TV nasional, Jupe dengan segera menjadi bagian penting dalam film horor dan sinetron drama. Namun sejujurnya dia tak lebih dari sekadar salah satu dari banyak penghibur pemula yang bersinar. Apalagi Jupe baru mulai menapaki karier pada umur 27 tahun, yang terbilang “telat”.

Pada 2008 album perdananya Kamasutra yang mengubah jalan hidupnya, dirilis. Genre musiknya, dangdut, dan cukup lama dia menuai kritik dari masyarakat. Toh, Jupe berhasil membawanya ke tingkat yang lain.

Dengan album Kamasutra dan kontroversi yang dibuatnya, dia berhasil mendongkrak dirinya menjadi sesuatu yang lebih menonjol. Dia pun sukses membentuk dirinya sebagai seorang “perempuan independen”, sesuatu yang Madonna pun akan menyetujui.

Julia Perez memang tidak memiliki suara yang bagus. Namun, postur tubuhnya yang ramping dan seksi membuat dia eksis. Jupe memiliki tubuh sosial, yang penampilannya pantas diberi imbalan komersial.

Sebagai perempuan yang suka berolahraga, Jupe juga memiliki keberanian dan kemampuan menembak layaknya seorang penembak jitu. Namun, terlepas dari gaya hidup yang semaunya dan sikap yang terbuka, dia juga merupakan sosok yang rentan dan sensitif, sebuah kombinasi yang sangat kuat, yang pada satu waktu justru menjadi “komoditas” yang bernilai.

Jupe harus menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat, sehingga menyebabkan kontroversi yang tak berkesudahan pada musiknya.

Dia mampu tampil alami dan percaya diri sebagai seorang komedian yang harus mengundang tawa penonton dengan menertawakan lelucon dirinya sendiri.

Dia pun menghadapi penyakitnya dengan berani. Tanpa malu-malu dia memamerkan foto-foto dirinya yang sudah tidak memiliki rambut lagi ke media sosial.

Tempat tidurnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah menjadi magnet berkumpulnya orang-orang Indonesia yang terkenal, mulai dari selebritas, politikus, hingga pejabat publik yang berbondong-bondong mengunjunginya.

Setelah dia meninggal dunia, saya belum sempat mengunjungi makamnya di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Sebagai gantinya, rajin melihat foto makamnya. Tidaklah mengejutkan, kuburannya tertutup rata oleh bunga-bunga, sebagai bukti bahwa dirinya sangat berarti bagi para penggemarnya.

Talenta dan penampilan Jupe telah mengangkatnya ke jajaran atas selebritas. Namun, perjuangan, kesenangan, maupun kepedihannya adalah sesuatu hal yang dapat kita rasakan juga sebagai seorang manusia biasa. Seorang manusia biasa yang pada saatnya berpindah ke alam kubur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *