Jadi Presiden Tak Perlu ‘Jujur’ dan ‘Sholeh’

Please log in or register to like posts.
News
Jadi Presiden Tak Perlu ‘Jujur’ dan ‘Sholeh’

Saya heran bangsa sebesar Indonesia yang ‘katanya’ sangat kaya raya, tapi kok mayoritas penduduknya hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Di negeri yang ‘katanya’ tongkat ditanam menjadi emas kok hanya sedikit saja yang hidupnya berkecukupan, apalagi berlimpah. Lalu ke mana kekayaan bangsa kita selama ini? Emas kita? Minyak bumi kita, gas Kita, bayaran pajak kita tiap tahun dan semua kekayaan negara yang katanya dalam UUD 1945 itu dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

Jawabannya semua itu tergantung presiden kita. Kalau presidennya kuat, hebat, berani, dan berbakti untuk rakyat, pasti kita semua senang, bahagia dan sejahtera. Tapi kalau presidennya lemah, penakut (apalagi takut sama istrinya), maunya makmur sendiri dan keluarganya, serta suka menumpuk harta benda untuk hari tuanya, bukan membagi-bagi harta negara untuk rakyatnya, dijamin sampai kiamat pun kita akan menjadi bangsa yang miskin dan melarat, yang rakyatnya setiap hari akan hidup sekarat. Anda mau? Tentu tidak!

Saat saya jalan-jalan di warung kopi, saya banyak mendengar pemilik sejati negeri ini, yaitu rakyat, seperti Karto, Tiyem dan Sumi bertanya apakah negeri ini ada pemimpinnya? Kok dari tahun ke tahun kemiskinan tidak kunjung pergi dari kehidupannya. Mereka pun berseloroh:

Katanya, “Untuk jadi presiden itu harus orang yang sangat jujur.” Itu teori kuno! Sebab, presiden terlalu jujur, gampang sekali ditipu para bajingan perampok uang rakyat dan tukang jilat yang perutnya buncit karena suka makan uang rakyat.

Katanya, “Untuk jadi presiden syaratnya harus orang yang sangat sholeh.” Itu meragukan! Sebab, orang yang terlalu sholeh lebih baik menjadi kiai saja dan memimpin pondok pesantren. Karena, kalau tidak tahu dunia hitam, dunia yang sudah dipenuhi perampok dan para bedebah, bagaimana mungkin sang presiden kiai bisa menghabisi bajingan-bajingan yang selama ini hidup dari dunia hitam. Kalau presidennya terlalu sholeh, bagaimana caranya untuk tahu cara menumpas para cukong yang selama ini sudah menguasai negeri ini selama bertahun tahun.

Katanya, “Untuk jadi presiden itu harus berpendidikan tinggi … doktor, profesor.” Itu percuma saja! Sebab, kalau dia hanya berpendidikan tinggi tetapi semua ilmunya hafalan, mana mungkin masalah negara bisa dipecahkan? apa mau buka buku dulu?

Katanya, “Untuk menjadi presiden harus bisa membaca Alquran dan berbahasa Arab.” Itu aneh bin ajaib! Lebih baik ikut pildacil (pemilihan dai kecil) saja, pasti menang.

Satu lagi, katanya, “Untuk jadi presiden itu harus punya keluarga yang harmonis …, biar pemerintahannya sukses dan lancar.” Mana buktinya? Sampai sekarang belum ada presiden yang membawa indonesia menjadi negara yang kuat segalanya. Sama malaysia saja takut. Beda sama Bung Karno yang istrinya banyak tetapi berani mengganyang Malaysia.

Presiden Ideal untuk Indonesia

Negara manapun senantiasa mempunyai kualifikasi-kualifikasi ideal bagi presidennya. Begitu juga indonesia. Sebagai warga negara indonesia, saya mengajukan kriteria-kriteria ideal bagi presiden negara saya. Bagi saya presiden yang layak memimpin bangsa besar seperti Indonesia ini harus mempunyai sifat-sifat bagus dan berani bersikap. inilah yang disebut presiden ideal. Apa kriterianya presiden ideal itu?

  1. Tidak pernah menerima uang dari cukong-cukong penghisap uang rakyat, sehingga saat dia menjadi presiden, tidak perlu lagi ada perasaan was-was dan ewuh pakewuh (nggak enak hati) menindak tegas kesalahan mereka dan meminta mereka mengembalikan uang negara yang sudah dirampok untuk pembangunan yang bisa meningkatkan kesejahtaraan rakyat secara nyata.
  2. Dia harus militer yang tegas dan benar tetapi cinta damai dan saying rakyatnya. Atau kalau tidak mau militer, ya orang yang berjiwa militer yang seperti di atas.
  3. Dia harus punya kecerdasaan alami (street wise), bukan hanya pandai mengutip teori- teori dari buku dan cekatan, tidak membiarkan rakyatnya dibantai baru berkomentar, apalagi beraksi.
  4. Dia harus pandai bergaul, punya banyak jenis teman dari berbagai kalangan dan lingkungan sehingga mudah mengatasi berbagai persoalan.
  5. Dia harus punya selera seni yang tinggi supaya tidak malu-maluin indonesia di mata internasional. Katanya indonesia negara yang kaya seni dan budaya?
  6. Dia harus humoris, santun dan tidak jaim. Ini penting supaya dia bisa menghibur rakyatnya, mudah bergaul dengan para pemimpin negara lainnya dan mau mendengar keluhan orang-orang yang dipimpinnya.
  7. Dia harus seorang spiritualis sejati, dekat dengan ulama, tidak hanya ulama indonesia tetapi juga ulama dunia. Tapi bukan ulama yang suka mengajak perang, dan suka memerintahkan membunuh orang yang berbeda agama dan keyakinan.
  8. Dia harus orang yang tidak mempunyai istri yang ikut-ikutan ngurus urusan laki-laki. sebab, sudah banyak bukti, negara yang dipimpin suami yang takut sama istri, hasilnya hanya akan memakmurkan kroni-kroni yang suka menjilatnya, bukan rakyat yang telah memberi mandat dan memiliki kekayaan negeri ini.
  9. Dia harus orang yang kaya raya dan besar di keluarga yang menghargai perbedaan, dermawan dan suka membangun. Bukan orang yang suka minta-minta dan mau menang sendiri dengan cara apapun.

Itu saja syarat jadi presiden kalau ingin melihat Indonesia besar dan jaya. Anda siyaaaaapppp?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *