Home / Inspirasi / Belajar dari Jejak Langkah Para Nabi

Belajar dari Jejak Langkah Para Nabi

Belajar dari jejak langkah para nabi adalah perbuatan susah-susah mudah untuk dijalani. Ada 124 ribu jumlah para Nabi dan diantara mereka itu ada sekitar 315 para Rasul, namun hanya 25 yang diceritakan kisahnya dalam al-Quran. “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu’min 40:78).

 

Pertama, ada sejumlah Nabi yang Allah sebutkan namanya secara jelas dalam Quran. Ada 25 Nabi yang masuk kategori ini.

 

Kedua, ada yang Allah singgung kisahnya tanpa menyebutkan namanya secara jelas. yang masuk kategori ini seperti Nabi samuel, Nabi Khidr, Nabi Uzair.

 

Ketiga, ada yang tidak Allah ceritakan dan tidak pula Allah singgung dalam Quran tapi diceritakan oleh Nabi Muhammad. Misalnya Nabi Sith, Nabi Yusa, Nabi Samson.

 

Keempat, ada juga kisah orang suci yang Allah ceritakan baik disebut namanya secara jelas atau tidak disebutkan namun para ulama masih berdebat apakah mereka termasuk kategori Nabi atau bukan. Misalnya yang masuk kategori ini nama-nama seperti Zulkarnain dan Lukman. Ada juga kisah Habib an Najjar dalam surat Yasin yang tidak disebut namanya secara jelas.

 

Kelima, ada Nabi-Nabi yang Allah dan RasulNya tidak ceritakan tapi disebutkan dalam kitab suci sebelum Quran. Misalnya, di Iskandariyah Mesir terdapat masjid dan makam Nabi Danial.

 

Keenam, di luar nama-nama dalam perjanjian lama dan baru, ada juga nama-nama tokoh utama dalam agama lain yang menurut sebagian ulama boleh jadi mereka juga para Nabi. Misalnya, ada yang menyebut kalau Nabi Luth itu Laotze, Budha itu Nabi Zulkifli, dll.

 

Nama dan kisah 25 Nabi yang Allah sebutkan secara jelas dalam Quran itu hanya secara selektif yang Allah ceritakan framen atau episode kisah mereka, dan selain kisah Nabi Yusuf, umumnya kisah para Nabi itu tersebar ke sejumlah surah yang berbeda. Dan tidak semua yang Allah sebutkan namanya kemudian Allah kisahkan dengan jelas dan tuntas. Iitulah gunanya membuka kitab tafsir dan hadis untuk menambah pengetahuan kita.

 

Nah, karena masing-masing ada momen menarik yang Allah ceritakan, maka kenapa kita mau membatasi hanya pada satu kisah Nabi tertentu saja? Misalnya, pada kisah Nabi Ayub kita bisa belajar makna kesabaran. pada kisah Nabi ismail kita bisa belajar makna keikhlasan menjalani ketentuan Allah. pada kisah Nabi Yunus kita belajar untuk tidak mendahului ketentuan Allah.

 

Begitulah pada masing-masing kisah Nabi ada pelajaran yang bisa kita ambil bagi mereka yang mau belajar lebih dalam lagi. Shalawat dan salam untuk pemuka para Nabi dan Rasul (al-shalatu was salamu ‘ala sayyidil anbiyai wal mursalin).

 

Tidak ada satu perintah dari Allah, yang Allah dan MalaikatNya turut pula mengerjakannya, kecuali Shalawat. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS 33:56). Kita mengerjakan shalat, zakat dan puasa serta haji, tapi tidak pernah Allah contohkan sendiri. Begitu dahsyatnya perintah untuk mengucapkan shalawat kepada Nabi.

 

Allah juga tahu bahwa setelah perintah untuk ber-shlawat itu akan ada pada setiap masa mereka yang enggan ber-shalawat. Mereka merasa tidak perlu menjalankan perintah itu. Itulah sebabnya setelah ayat shalawat itu langsung disambung dengan ayat selanjutnya dimana Allah menegaskan: “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan” (QS 33:57).

 

Allah juga tahu betapa banyak orang-orang yang akan melarang orang lain untuk menjalankan perintah ber-shalawat kepada Nabi. Mereka akan dikenai tuduhan bid’ah dan sesat hanya karena mengucapkan shalawat. Ucapan shalawat yang begitu dahsyat malah dianggap akan membawa kita kepada kekufuran. Allah tahu bahwa tuduhan bid’ah dan sesat kepada mereka yang mengucapkan shalawat itu menyakiti hati para pecinta Nabi. Itulah sebabnya di ayat selanjutnya Allah menegaskan: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS33:58).

 

Begitulah penjelasan dan korelasi ketiga ayat di atas (QS33: 56, 57 & 58). Tidak bergetarkah hati anda? Begitu keras kah hati anda? Ini bulan #maulud. Membaca shalawat itu mudah, anda tidak perlu bersuci atau terpaku pada gerakan dan ucapan tertentu seperti saat shalat, anda tidak perlu banyak uang seperti mau ber-zakat, anda tidak perlu menahan diri dari makan dan minum seperti saat ber-puasa, dan anda tidak perlu menggunakan pakaian khusus seperti saat ihram haji. Perintah membaca shalawat ini begitu dahsyat tapi mudah untuk diucapkan dan dikerjakan.

 

Mau atau tidak, itu saja! Mari kita perbanyak membaca Shalawat yang telah Allah perintahkan kepada kita.

 

Muhammad Ali Yahya
Godly-nationalism

About Muhammad Ali Yahya

Muhammad Ali Yahya
Godly-nationalism

Check Also

Karya Agung Tanpa Mendung; Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; ARS; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; Paris Whitney Hilton; Whitney; Hilton; Paris Whitney; Paris Hilton; PARIS; high off my love; stars are blind; 17 February 1981; Kirana Azalea; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; Alobatnic; Pelantan; Santri Scholar; Santri; Scholar; Godly Nationalism; Itz Spring Voice; Melantan Warisan Kaisar Telantar; Tan Malaka

Karya Agung Tanpa Mendung

Karya agung tanpa mendung yang bernama Madilog adalah sedekah Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia, kepada …