Hizbut Tahrir Bukan Aliran Sesat

Hizbut Tahrir Adalah
Posted on

Read More: Hidup Cukup

 

Hizbut Tahrir adalah kelompok yang sangat membuat saya terkesan dengan semangat mereka dalam menyuarakan proyek khilafah. Mereka begitu kuat dalam bermimpi, karena proyek khilafah memang hanya impian saja. Fiktif. Kata-kata mereka manis, seperti komunis di awal abad ke-20 maupun kapitalis pada awal abad ke-21. Mereka begitu responsif menganalisis kegagalan pemerintah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di republik ini. Setiap Jum’at ada saja kegagalan pemerintah yang bisa terendus oleh mereka.

 

Ketika ada organisasi keislaman lain yang tidak mendukung proyek mereka, akan mereka ajak dialog. Dalam setiap ajakan dialog, mereka selalu bisa tampil menggurui sampai memaksa hingga sulit ditebak apakah kita menghadapi manusia ataukah Tuhan. Kalau ada organisasi yang langsung menentang berdasarkan fakta sejarah, penafsiran teks, mereka langsung menyetempel organisasi tersebut kafir, atau minimal telah tersesat dan tidak islami. Menurut mereka, demokrasi itu produk kafir, karena berasal dari Barat. Namun mereka tidak malu untuk mengutip pendapat orang Barat yang tampaknya mendukung proyek mereka.

 

Mereka selalu berteriak tidak ada hukum selain hukum Allah, meski kita tahu bahwa ada hukum selain hukum Allah seperti hukum Newton, Kirchhoff, dsb dst. Saya tal tahu seberapa siap mereka berhasil menegakkan negara berdasarkan khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang selama ini mereka gembar-gemborkan. Mungkin mereka sudah menyiapkan lagu kebangsaan, mata uang, industri hiburan, dan segala hal lainnya terkait negara termasuk toilet islami.

 

Buat saya, Hizbut Tahrir bukanlah aliran sesat. Hizbut Tahrir hanya gerakan politik yang terlambat lahir. Mereka harusnya lahir di zaman nabi. Karena terlambat lahir, mereka pun tak siap menghadapi dinamika zaman. Bayangkan saja, kalau tiba-tiba saja ada manusia yang hidup di zaman batu tiba-tiba muncul di era sekarang menggunakan mesin waktunya Doraemon, mereka akan bingung. Sesaat mereka akan merasakan tekanan hebat dan memaksa kembali ke masa lalu yang mereka anggap lebih nyaman. Tekanan yang hebat inilah kemudian menjadikan mereka stres, stres berat. Oleh karena itu, tak perlu menyebut kelompok Hizbut Tahrir sebagai aliran sesat, pula tak perlu kelewatan dalam terang-terangan menghujat. Kita harus berempati pada manusia yang stres berat rindu romantisme masa lalu.

Ilyas Husain
Ilyas Husain adalah recreational author yang merupakan penggemar berat Chelsea & 2NE1.