Home / Inspirasi / Doraemon, Cerminan Budaya dan Karakteristik Bangsa Jepang
Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix;
Doraemon, Cerminan Budaya dan Karakteristik Bangsa Jepang

Doraemon, Cerminan Budaya dan Karakteristik Bangsa Jepang

Doraemon, Cerminan Budaya dan Karakteristik Bangsa Jepang

 

Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusasteraan, permainan video, dan musik Jepang diterima dengan sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka mempengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasaran muda-mudi yang amat cemerlang membawa ujian kepada barang-barang pengguna elektronik yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

 

Dalam budaya pop animasi, hampir setiap orang pasti kenal dengan tokoh animasi Doraemon yang digambarkan sebagai kucing ajaib dengan kantung ajaibnya. Ia selalu membantu temannya Nobita yang selalu ditimpa masalah.

 

Doraemon adalah sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio sejak tahun 1970 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 4 SD yang bernama Nobi Nobita yang mempunyai robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22.

 

Pada 19 Maret 2008, Doraemon dilantik oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Masahiko Komura sebagai Duta Besar Budaya Animasi. Kucing berkepala bulat dengan kantong ajaib itu dianggap melambangkan persahabatan dan budaya Jepang.

 

Pemerintah Jepang berharap Doraemon bisa memperkenalkan Jepang keliling dunia. Selain diperkenalkan sebagai Duta Besar Budaya Animasi, tokoh kartun ciptaan Fujiko Fujio ini hadir di Indonesia sekaligus sebagai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

 

Dalam sebuah kisah dalam film Doraemon, dikisahkan pada 35 tahun kemudian, dalam acara TV yang sedang ditonton oleh seorang presiden dan dua orang teman lamanya, tampak seorang pemimpin teknik robotik yakni Doktor Nobi. Presiden itu adalah Dekisugi. Kedua teman lamanya adalah Giant dan Suneo. Mereka berdua diundang oleh Presiden Dekisugi untuk membahas seorang Nobita yang kini sukses menjadi pelopor teknologi paling tinggi di Jepang. Membicarakan tentang Nobita sudah pasti akan membicarakan tentang Doraemon juga. Tentang Doraemon yang tiba-tiba saja pergi tanpa pesan meninggalkan mereka 35 tahun yang lalu dan kaitanya dengan Time Paradox.

 

Flash back pada 35 tahun yang lalu, seperti biasa, Nobita berlari-lari pulang kerumah dengan mata berkaca-kaca karena (untuk sekian kalinya) dijaili oleh Giant. Seperti biasa pula, Ia langsung menghampiri Doraemon untuk meminjamkan alat yang dapat membalas kejailan Giant dan Suneo. Tetapi, yang tidak biasa adalah Doraemon yang sedang duduk tidak merespon rengekan dari Nobita. Doraemon hanya diam, diam, dan diam. Nobita yang menyadari hal ini langsung menghubungi Dorami, adik Doraemon. Dorami pun menjelaskan bahwa Doraemon tidak bergerak karena kehabisan Baterai.

 

Mendengar penjelasan seperti itu, sesaat Nobita menjadi sedikit lega, ternyata hanya habis baterai pikirnya. Ia meminta Dorami untuk segera menggantikan baterai Doraemon. “Tetapi, masalahnya tidak segampang itu” jelas Dorami. Baterai Doraemon harus diganti dengan sirkuit support memory yang ada pada telinganya, tapi karena Doraemon tidak mempunyai telinga lagi akan berakibat Doraemon menjadi hilang ingatan apabila diganti memorinya. Hal ini tentu saja membuat Nobita terpukul mendengar Doraemon akan kehilangan kenangan bersama dirinya. Nobita pun bergegas membawanya ke masa depan, tetapi hal itu di cegah oleh Dorami. Dorami mengatakan bahwa campur tangan ke masa depan sedang dilarang.

 

Kesembuhan Doraemon akan terjadi dengan dua kemungkinan, pertama membawa Doraemon ke masa depan untuk ganti baterai dengan gerakan cepat agar tidak bisa diketahui oleh polisi mesin waktu (ini akan membuat Doraemon hilang ingatan). Kedua, menunggu orang dari masa depan yang bisa menyembuhkan Doraemon sepenuhnya tanpa hilang ingatan. Setelah penjelasan itu tiba-tiba Dorami berpamitan kepada Nobita seolah tidak akan bertemu lagi.

 

Beberapa tahun kemudian, Nobita menjadi berubah 180 derajat. Nilai-nilanya melonjak drastis melebihi Dekisugi. Sifatnya menjadi lebih tertutup dan serius, tidak ada lagi Nobita yang ceria, lugu, dan ceroboh, semua berubah semenjak kejadian itu (Nobita berniat untuk menyembuhkan Doraemon). Hal ini membuat Shizuka menjadi sedih dan bertekad mengubah Nobita menjadi seperti dulu.

 

Cerita kembali ke 35 tahun kemudian, diantara perbincangan Dekisugi, Giant, dan Suneo. Perbincangan tentang Time Paradox yakni teori mengenai kontradikisi dalam perjalanan menembus waktu dikarenakan berbagai hal yang berpotensi merubah sejarah. Mereka menyadari bahwa saat ini mereka mengalami peradaban yang tersendat-sendat. Berbeda dengan apa yang mereka impikan 35 tahun yang lalu yang menyangka pada tahun ini mereka sudah menjadi bangsa yang maju. Dekisugi yang menyadari hal ini berusaha untuk menjadikan impian mereka sewaktu kecil menjadi kenyataan, menunggu datangnya era Doraemon (itu sebabnya dekisugi tidak pernah ikut berpetualang bersama Doraemon, hwa!).

 

Akhirnya suatu penemuan ditemukan. Penemuan untuk mengubah peradaban manusia seperti yang diharapkan Dekisugi. Campur tangan orang lain pun dilarang untuk penemuan itu karena sangat beresiko untuk mengubah sejarah dan kelancaran waktu. Dan yang menemukan penemuan itu adalah Nobita yang membuat Doraemon dan Time Paradox-nya. Nobita mengirim Doraemon ke masa lalunya.

 

Jepang adalah bangsa yang mendapatkan nilai plus di mata dunia, sebagai bangsa yang pernah jatuh pada titik nol akibat perang, dan kemudian bangkit dan berjalan tertatih-tatih. Namun Jepang tidak butuh waktu lama untuk kembali ‘berlari’ untuk mengejar ketertinggalan. Semangat dan prinsip kaizen menjadi acuan bagi seluruh masyarakat Jepang dalam melakukan berbagai perubahan dalam mengejar ketertinggalan.

 

Kaizen dalam bahasa Jepang berarti improvisasi berkelanjutan, selain itu juga bisa diartikan peningkatan dalam keahlian. Hal ini mempunyai maksud, bahwa kaizen erat sekali berhubungan dengan kesadaran pencarian masalah, kreativitas, dan penciptaan ide, serta implementasinya. Dengan semangat ini, Jepang memliki orientasi yang sangat serius terhadap ilmu pendidikan.

 

Sektor pendidikan adalah prioritas utama dalam pembangunan bangsa. Dalam sejarahnya, Jepang terbukti mampu bangkit dari keterpurukan dnegan tetap memegang teguh budaya dan karakter masyaraktnya. Tekun, tegas, toleran, dan patriotik adalah beberapa di antar sifat bangsa Jepang.

 

Di jagad raya Indonesia, nyaris tidak ada satu pun orang yang tidak mengenal Doraemon. Sebuah film animasi yang telah lama malang melingtang di salah satu televisi swasta, dan mendapat cukup respon positif dari berbagai kalangan karena dianggap mampu menyuguhkan tayangan yang inspiring dan imajinatif untuk menstimulus gagasan pemirsa dalam menciptakan teknologi yang canggih.

 

Korelasi antara kaizen dengan Doraemon adalah sebuah refleksi, karena Doraemon sendiri merupakan sebuah improvisasi berkelanjutan, peningkatan dalam keahlian, yang mempunyai nilai koheren yang tinggi dalam kreativitas, penciptaan ide, serta implementasinya. Selain itu, adanya beberapa persamaan tokoh yang melambangkan watak, karakter, etos, dan budaya bangsa Jepang dalam film animasi tersebut.

 

Menurut buku Menjadi Pemenang Seperti Bangsa Jepang, beberapa karakter dari bangsa Jepang adalah Pertama, orang Jepang menghargai hasil jerih payah orang lain. Hal ini tercermin pada watak Sizuka yang ramah dan lembut. Kedua, perlunya setiap orang untuk berusaha. Hal ini terdapat pada watak Dekisugi yang selalu rajin belajar, berusaha untuk selalu menjadi yang terpandai. Ketiga, orang Jepang punya semangat luar biasa, tahan banting, dan pantang menyerah. Hal ini muncul pada sosok Giant yang kuat, tangguh, dan pantang menyerah. Keempat, bangsa Jepang mempunyai kuriusitas tinggi, tidak pernah puas dalam pengetahuan. Hal ini ada pada sosok Nobita yang selalu ingin tahu dan ingin mencoba. Dengan beberapa watak di atas itulah bangsa Jepang dan Doraemon mampun survive dan menguasai dunia dalam sains dan teknologi yang berkembang pesat.

 

Dalam Doraemon, persoalan yang dihadapi selalu diselesaikan secara berbeda dengan perhitungan-perhitungan cermat yang mampu menjawab persoalan secara rasional dan tepat dengan persoalan yang dihadapi. Jika ada seratus persoalan maka ada seratus penyelesaian (alat) yang dikeluarkan Doraemon, dan penggunaanya pun harus diperhitingkan secara cermat agar persoalan selesai dengan baik. Terkadang, Nobita yang ceroboh menggunakan alat Doraemon seenaknya, sehingga penyelesaiannya pun jadi berantakan, namun Doraemon mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu yang instan, semua persoalan harus dijawab dengan kadar tantangan yang berbeda-beda.

 

Itulah mengapa Doraemon masih bertahan sebagai tayangan imajinatif yang mencerdaskan. Dan dari paparan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa Doraemon adalah sebuah refleksi ringkas bangsa Jepang yang mempunyai nilai jual dan mampu survive dengan cara yang ilmiah, kreatif, dan sangat cerdas.

 

pengais aksara dan berita

About YAB

pengais aksara dan berita

Check Also

Karya Agung Tanpa Mendung; Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; ARS; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; Paris Whitney Hilton; Whitney; Hilton; Paris Whitney; Paris Hilton; PARIS; high off my love; stars are blind; 17 February 1981; Kirana Azalea; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; Alobatnic; Pelantan; Santri Scholar; Santri; Scholar; Godly Nationalism; Itz Spring Voice; Melantan Warisan Kaisar Telantar; Tan Malaka

Karya Agung Tanpa Mendung

Karya agung tanpa mendung yang bernama Madilog adalah sedekah Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia, kepada …