Home / Figur / Park Bom, Lebih dari Sekadar Pelantun Tembang
Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix;
Park Bom, Lebih dari Sekadar Penyanyi Biasa

Park Bom, Lebih dari Sekadar Pelantun Tembang

Park Bom [박봄] (Bom) selama ini dikenal sebagai penyanyi dengan suara unik yang mudah dikenali. Entah memang suaranya merupakan sebuah anugerah atau buah ketekunannya dalam mengelaborasi, tak bisa mengerti secara pasti. Yang pasti, suara langka punya Bom membikin dua langgam yang dilantunkan sendiri, You and I dan Don’t Cry, bisa abadi.

 

Keberhasilan 2NE1 [투애니원] menghentak khalayak sejak pertama menyapa menjadi jalan tingkat keterkenalan nama Bom meningkat pesat. Dalam rentang waktu yang panjang sebelum mulai menyapa bersama 2NE1, Bom tinggal di Amerika Serikat. Dia berada di sana guna melanjutkan sekolah di Gould Academy, Bethel, Maine, sembari berusaha mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola yang saat itu sempat menggeliat kuat.

 

Bom juga mulai pelan-pelan malar tenggelam dalam menikmati langgam ketika masih di Gould Academy. Sepanjang menjalani keseharian, dia banyak ditemani lantunan suara kuat Mariah Carey. Kedua hasrat berpadu apik mengiringi perjalanan Bom saat melanjutkan belajar formalnya di Lesley University, Cambridge, Massachusetts, USA pada program studi Psychology.

 

Hasrat menggeliat Bom untuk menjadi pesepak bola mendadak sirna sesaat setelah tragedi menimpa salah seorang sahabat intimnya. Kesempatan berlaga satu tim sepak bola dengan sahabat intim yang mulanya disambut suka cita justru berujung duka lara. Empat puluh menit jelang kick-off, sahabat intim Bom harus menemui ajalnya.

 

Peristiwa tersebut membuat Bom sangat terkejut dan mengalami kesedihan mendalam. Peristiwa ini pula yang membuatnya trauma berkepanjangan dengan sepak bola bahkan membanting impian untuk menjadi pelanggam.

 

Suasana duka yang terus menyelimuti keseharian Bom membuatnya berada dalam masa-masa diselimuti kabut jiwa. Bom bahkan harus menjalani terapi dan pengobatan psikis pada saat yang sama. Ironis memang lantaran dia justru kuliah pada program studi psikologi. Lebih ironis lagi, pengobatan tersebut belakangan menjadi bumerang di kemudian hari.

 

Segala peristiwa dan suasana memiliki beragam rasa, paling tidak memiliki dua rasa yang sangat jauh berbeda.  Bersamaan dengan suasana duka yang dirasa, Bom merasakan gairah tak biasa muncul dalam benaknya.

 

Di balik peristiwa yang mendadak membuat Bom tak lagi terampil bermain sepak bola, keterampilan melanggam justru semakin mudah dielaborasinya. Hasrat kuat untuk menjadi pelanggam pun mulai merasuk jiwa.

 

Serupa dengan hal tersebut, hasrat kuat menjadi pelanggam tak mutlak segera memberikan kebahagiaan. Hasrat kuat untuk berkarier di ranah musik sempat disampaikan Bom pada orangtua yang sayangnya tak mengijinkan.

 

Berbekal gairah tak biasa dan trauma yang masih ada, Bom diam-diam pindah kuliah ke Berklee College of Music, Boston, agar hasrat terhadap musik bisa dielaborasinya. Bom mendapat dorongan penuh dari sang bibi, walau sebenarnya dia diam-diam pindah ke perguruan tinggi ini tanpa sepengetahuan orangtua.

 

Selepas menjalani belajarnya di Berklee College of Music, Bom memilih kembali ke tanah kelahirannya, Korea Selatan, untuk menekuni karier sebagai musikus dari sana. YG Entertainment dipilih sebagai agensi yang kelak menaunginya.

 

Hanya saja, bakat hebat berpadu hasrat kuat belum cukup bagi Bom untuk diterima agensi yang dipimpin oleh Yang Hyun-suk [양현석] ini. Penolakan harus rela didapat olehnya saat dua kali mengikuti audisi. Penolakan berkelanjutan pada 2003 & 2004 tak menghentikan langkahnya dengan kembali mengikuti audisi untuk kali ketiga. Gairah tak biasa diberikan oleh Bom sejak berhasil mengukuhkan dirinya menjadi peringkat pertama dari ribuan peserta. Alhasil, dia pun berhasil membuka secercah harapan untuk mewujudkan impian berkarier di industri hiburan sejak 2005.

 

Suara intan yang dimiliki dan ditekuni membawa Bom bergabung dengan agensi yang diinginkan. Hasrat untuk unjuk kebolehan dalam berlanggam telah mendapat kesempatan mengesankan. YG Entertainment mulanya hendak memperkenalkan Bom sebagai pelanggam seorangan. Namun keputusan ini urung dilakukan setelah agensi memutuskan Bom masuk sebagai bagian kerumunan dengan menjadi punggawa 2NE1. Dalam kelompok ini, Bom didapuk sebagai pelanggam utama, berpadu dengan Lee Chae-lin [이채린] (CL), Park San-da-ra [박산다라] (Dara), dan Gong Min-ji [민지] (Minzy). Meski begitu, Bom mendapat kesempatan untuk tampil melantunkan langgam seorang diri.

 

Sesudah berpeluh menyelesaikan serentetan pekerjaan mempromosikan brand 2NE1, kesempatan ini diwujudkan dengan merilis You and I. Belakangan Bom kembali melantunkan langgam seorang diri dalam Don’t Cry. Melalui You and I dan Don’t Cry, Bom sanggup keluar dari bayang-bayang tanpa membayangi brand 2NE1. Dia juga sempat tampil bertandem dengan Lee Ha-yi [이하이] (Lee Hi) beberapa waktu kemudian.

 

Bom & Hi urun suara dalam melantunkan All I Want for Christmas is You milik Mariah Carey. Berkesempatan melantunkan secara resmi karya sosok paling dikagumi menjadi satu kesempatan yang menempati kapling permanen dalam hati. Terlebih Bom dan Hi tak melantunkan persis seperti versi Carey. Aransir ulang yang dilakukan membikin keduanya bisa saling melengkapi tanpa saling membayangi.

 

Langgam yang mulanya bernuansa ceria dalam kebersamaan berubah dengan memiliki suasana rindu dalam kesendirian. Ketika dilantunkan Carey, terdapat rasa bahwa perayaan yang identik dengan peristiwa keagamaan bisa dilakukan dengan penuh kegembiraan. Sementara ketika dilantunkan Bom dan Hi, terdapat semangat dalam menjadikan pagelaran keagamaan memberikan kesejukan.

 

Pesona Bom membuatnya mendapatkan ketenaran istimewa. Walau demikian, hal ini tak lantas membuatnya melupakan kebersamaan keluarga dan sahabatnya. Bom tetap melantan ikatan dengan lingkungan serta memiliki kebiasaan mengabadikan segala peristiwa bermakna baginya. Bom rajin menyambangi orang-orang yang memiliki ikatan batin dengannya. Bahkan saat orang tersebut sudah berpindah alam dia rajin menyambangi ke makam, tetap menyapa walau sudah berbeda dunia.

 

Pesona yang membuatnya digandrungi, dicintai, bahkan digilai tetap disertai sikap rendah hati. Pujian dan sanjungan tak membuatnya melayang sepertihalnya hinaan dan cacian tak membuatnya mati. Bom hanya berusaha mementaskan kesehariannya selaras dengan nurani. Keselarasan yang membuatnya tak melulu disertai sikap sok beda dengan melawan arus. Kadang dia woles saja mengikuti arus, ada kalanya melawan arus, bisa juga malah membuka arus.

 

Pementasan keseharian yang dilakukan puan pengena 32A ini ada kalanya dipuji serta ada saatnya dicaci menjadi gambaran usaha Bom untuk dianggap beda dengan manusia lainnya. Bom memahami, sebagai seorang penghibur yang memiliki penggemar, segala hal terkait dirinya menjadi sorotan. Walakin, dirinya acuh saja tak terhadap kabar yang menyertakan namanya. Bom terus berusaha tak menjaga jarak dengan lingkungan.

 

Wabakdu, dengan segala ungkapan yang dialamatkan padanya maupun menyinggung namanya, Park Bom tetaplah Park Bom, yang terus melangkah tanpa bisa dituturkan sepenuhnya, karena wanita memang sulit dimengerti meski tetap bisa dinikmati seutuhnya.

 

Adib Rifqi Setiawan
Itz Spring Voice ♈ A Huge fan of Park Bom [박봄 / パク・ボム]

About Adib Rifqi Setiawan

Adib Rifqi Setiawan
Itz Spring Voice ♈ A Huge fan of Park Bom [박봄 / パク・ボム]

Check Also

Laila Fariha Zein; Laila; Fariha; Zein; Laila Fariha; Laila Zein; Fariha Zein; 04 Februari 1992; Aquarius; Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; 26 Maret 1994; Aries; Agus Riyantiko; Agus; Riyantiko; Cyminusx Front Line; Cyminusx; Front; Line; 13 Desember 1986; Sagittarius; Pelantan; Mata-Maya.com; Mata Maya; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; Bersama Mencipta Surga Dunia; Little Mix; Venice Min; Venice; Min;

Venice Min, Peragawati Multi Talenta Malaysia

Venice Min [陈慧敏] merupakan peragawati muda multi talenta asal Malaysia. Jauh sebelum menjadi peragawati, perempuan …