Jessica Jung, Kembali Meniti Seusai Pergi dari GG

Jessica Jung, Kembali Meniti Seusai Pergi dari GG
Posted on

Read More: Lee Chaelin, Jalan Panjang Petualang Ruang

Perpisahan kadang meninggalkan lara dan prahara. Terlebih perpisahan antar manusia yang terlibat dalam kebersamaan panjang dan lama. Seperti yang dialami oleh Girls’ Generation (GG) yang juga dikenal dengan nama SNSD, girl group asal Korea. Setelah lebih dari 10 tahun dilatih dan tampil bersama, grup ini akhirnya harus rela berpisah dengan Soo-youn Jung (Jessica).

 

Pro dan kontra tentu mengiringi. Gembira dan prahara wajar menghampiri. Namun catatan bahwa GG dan Jessica sama-sama tak mati, tak bisa dimungkiri. Buat mereka, perpisahan ini barangkali menjadi pilihan terbaik untuk tetap mengayuh perjalanan dengan cara yang bisa dihayati.

 

Sekarang, ketika Jessica tetap tegap berdiri berkarier sendiri tanpa GG, ada baiknya dikenang kembali jalan perjuangan yang dilalui. Jalan perjuangan untuk bangkit dari masa kelam, tatkala keinginan pribadi tak mendapat dukungan dari rekan-rekannya sendiri. Wanita kelahiran San Francisco, California, Amerika Serikat 18 April 1989 ini kini menjelma sebagai perancang busana dan pengusaha, setelah lebih dulu meniti karier sebagai penyanyi, penari, dan peragawati.

 

Selepas pergi dari GG, Jessica tetap konsisten sebagai sosok yang laras. Jessica terbilang laras karena dia memiliki kesungguhan untuk menumbuhkembangkan sisi femininine dan masculinine. Sisi masculinine yang dipentaskannya dengan sikap tegas dan berani dengan sikap lemah dan mengayomi pementasan sisi femininine dipadukan selaras. Kesanggupan memadukan dua sisi berlawanan yang ada dalam setiap manusia ini membuat Jessica menjelma sebagai manusia paripurna, sosok queen.

 

Perpisahan dengan GG menjadi titik balik epik buat Jessica untuk berkembang lebih pesat. Setitik lara menguatkan. Setitik luka melembutkan. Setitik perih mendewasakan. Setitik lara yang pernah didera memang tak selalu bisa disirnakan. Walakin Jessica tetap tegap berusaha untuk terus mengayuh perjalanan. Selepas setitik perih mendewasakan itu, Jessica tak lelah mengayuh penciptaan sejarah baru dalam kesehariannya. Sejarah baru tanpa bersama GG dalam kariernya.

 

Penciptaan sejarah yang ditata dengan ciamik serta diperindah sedemikian apik. Sebagai seorang pencipta sejarah baru, Jessica memiliki keagungan laku. Keagungan bukan untuk disombongkan melainkan untuk digunakan dalam mengatasi masalah yang pasti selalu muncul. Setiap masalah yang muncul berhasil diatasi. Semua masalah ada solusinya meski semua solusi itu ada masalahnya juga.

 

Keberhasilan mengatasi ragam macam permasalahan yang membuat Jessica menjelma sebagai sosok yang gagah dan perkasa dalam menghadapi badai walau seorang diri. Meski bisa sendiri, Jessica tak bersikap mementingkan diri sendiri saja. Dia tetap peduli pada orang lain, yang merupakan buah dari jiwanya yang pengasih dan penyayang. Kasih-sayang yang ditumpahruahkannya tanpa pilih kasih membuatnya tampil sebagai sosok queen tanpa pernah meminta dengan penuturan kata-kata.

 

Kepeduliannya berpadu dengan kelihaiannya mengetahui segala kondisi yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui. Pengetahuan yang membuatnya bisa menjalani keseharian biasa-biasa saja tanpa dilandasi kecenderungan maupun kepentingan yang melawan nurani. Pengetahuan yang membuatnya peduli untuk bisa menjadi penebar keselamatan maupun pembangun kepercayaan.

 

Jessica sanggup menjadi pengatur. Seorang yang bisa mengatur dirinya sendiri maupun membangun lingkungan agar teratur. Lingkungan yang membuat orang-orang merasa aman dan nyaman saat terlibat pergaulan. Rasa aman dan nyaman yang membuat orang-orang bisa pulas tidur.

 

Seperti prinsip luhur yang diajarkan oleh para leluhur bangsa Jawa, “mangan enak turu kepenak” (makan enak dan tidur nyenyak). Rasa aman dan nyaman dalam lingkungan pergaulan membuat segala yang dikonsumsi terasa enak dan tidurpun bisa nyenyak. Keseharian yang dijalani pun tak terasa dirisak oleh riak.

 

Wabakdu, perjalanan yang dilakoni Jessica adalah paduan perjuangan dan ketetapan, antara ikhtiar dan takdir. Sebagian orang boleh saja mencibir. Meski demikian, Jessica tak langsir ungkapan nyinyir yang dialamatkan padanya dari para tukang pandir. Biarpun sebagian orang sirik tiada akhir, Jessica terus tetap mengalir.

 

Sah-sah saja kalau dirinya merasa gembira perjuangan yang dilakukannya selaras dengan ketetapan yang diterimanya. Lebih dari itu, Jessica patut gembira lantaran kegembiraannya juga bisa menggembirakan manusia lainnya. Perjalanan Jessica menginspirasi dan memotivasi untuk selalu berserah pada Sang Pencipta.

 

Salah satu wujud keberserahan adalah selalu rela dalam menghadapi keadaan terburuk yang diterima. Kerelaan dalam menghadapi hal ini merupakan upaya menghindari amarah yang membakar sukma. Pasalnya amarah cenderung memenuhi ruang rasa dengan segala yang nista.

 

Dengan banyak bidang berhasil dikuasai, Jessica beberapa kali berseloroh bahwa kemauan adalah modal penting yang harus dimiliki. Kemauan memantik semangat untuk melakukan hal yang dimau berulang kali. Pengulangan yang dilakukan bisa mengasah kemampuan, menambah pengalaman, hingga berbuah keterampilan. Secara alami, instuisi juga terlatihkan.

 

Pernyataan Jessica sebetulnya bukan ungkapan baru. Menjadi baru hanya karena diucapkan oleh Jessica, diucapkan oleh bukan sekadar penghafal ‘mantra itu’ walakin sekaligus oleh pelaku. Satu hal yang membuat ungkapan memiliki energi untuk disampaikan. Tak semata paduan kata yang terasa enak diperdengarkan.

 

Jessica juga berseloroh bahwa mental adalah satu hal penting untuk dipelihara. Mental menjadi penentu dalam segala suasana. Hal ini ditunjukkan kentara dalam kariernya saat tak lagi bergabung dengan grup dengan nama besar. Berjalan sendiri tak serta merta membuat pesona Jessica pudar. Pujian dan sanjungan padanya masih lumayan terdengar.

 

Beberapa ambisi yang berhasil diraih oleh Jessica bukan semata memuaskan hasratnya. Tidak juga sekadar menggembirakan keluarganya. Melainkan untuk ikutserta berbuat di tengah pergaulan. Berbuat untuk memberikan penghiburan dan menyuntikkan pengharapan. Menghibur yang papa dan mengingatkan yang mapan, dengan cara yang bisa dilakukan.

 

Kerja keras dan kisahnya sepanjang menggelinjang tetap terkenang. Terkenang sebagai hiburan dan inspirasi agar tak lelah meniti tatanan, tak jengah menata titin. Semua dilakukan dengan rasa riang. Jessica terlahir sebagai penghibur yang sanggup membuat orang lain gembira meski dia sendiri tak selalu merasakan.

 

Ilyas Husain
Ilyas Husain adalah recreational author yang merupakan penggemar berat Chelsea & 2NE1.