Diana Anastasia, Setia di Sisi Jupe

Posted on

Read More: Lee Chaelin, Jalan Panjang Petualang Ruang

Keberhasilan seorang penghibur (entertainer) tak bisa dilepaskan dari peran seorang asisten pribadi. Mungkin buat sebagian orang menjadi asisten pribadi—termasuk untuk penghibur bahadur sekalipun—adalah pekerjaan tak enak yang merendahkan harga diri. Namun bagi sebagian lainnya, menjadi berkah tersendiri.

 

Hubungan antara penghibur dan asisten adalah saling menguntungkan. Dengan memiliki asisten pribadi, penghibur bisa fokus pada penampilan yang disajikan. Sementara asisten pribadi bisa mendapat pekerjaan. Keduanya perlu untuk bisa saling berpadu menjalankan tugas yang diemban. Ketika asisten pribadi bisa berunjuk kerja maksimal, penghibur bisa berunjuk penampilan optimal. Dari sini kemudian mereka berbagi penghasilan financial.

 

Karena industri hiburan bersifat fluktuatif, tak semua asisten pribadi betah lama-lama aktif bekerja pada penghibur yang memberinya pekerjaan. Tak sedikit pada penghibur yang ditinggal kabur oleh asisten pribadi mereka ketika majikan mulai sepi tawaran. Apalagi ramai atau sepi tawaran, pekerjaan asisten pribadi tetaplah sama. “My words is your jobs,”  sejenis demikian kira-kira ketika penghibur berkata pada asisten pribadinya.

 

Namun kecenderungan kabur ketika penghibur menganggur tak menggempur Yuli Rachmawati. Penghibur dengan nama panggung Jupe ini beruntung memiliki Diana Anastasia. Sebagai seorang asisten pribadi, Diana selalu setia menemani. Tak hanya saat Jupe sedang berjaya, namun ketika kini dirinya merana.

 

Sejak awal karier Jupe di industri hiburan ketika belum memiliki nama besar, Diana sudah berperan sebagai asisten pribadi. Jupe yang lebih memiliki daya pikat dibanding Diana bisa pelan-pelan menata kariernya. Sementara Diana bertugas mendampingi. Tentu tak sekadar mendampingi, dirinya harus siap siaga mendapat perintah dari Sang Nyonya.

 

Sebagai asisten pribadi, Diana terbilang loyal. Keduanya juga bisa terlibat interaksi intim hingga Jupe menyebut Diana sebagai sahabat dekat. Hubungan keduanya tak sebatas pada financial. Malahan hampir tanpa sekat.

 

Jupe sendiri memang melihat Diana dari martabatnya sebagai orang ketimbang manfaatnya sebagai barang. Tak pernah sekalipun Diana direndahkan hatta ketika Jupe sedang bergelimang uang. Hal ini membuat Diana merasa sangat nyaman. Rasa nyaman membuat Diana setia mengabdi pada Jupe beserta keluarganya sepanjang perjalanan.

 

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Namun Diana tak pernah gusar. Diana sadar bahwa Jupe telah berjasa membuka jalan untuk memenuhi kebutuhan. Sementara Jupe juga mengerti peran Diana sepanjang perjalanan. Hingga saat ini, Diana tetap tegap setiap mendampingi Jupe. Semua tugas dari Jupe masih terus dilakukan dengan enjoy.

 

Wajar kalau Jupe sendiri, terutama Sri Wulansih (mama) sangat terharu memiliki Diana. Della dan Anggia, dua adik Jupe, juga terpesona dibuatnya. Malahan bagi para penggemar Jupe, Diana memiliki tempat tersendiri. Oleh para Jupenizer (sebutan penggemar Jupe), Diana adalah salah satu sosok yang sangat dihormati.

 

Ilyas Husain
Ilyas Husain adalah recreational author yang merupakan penggemar berat Chelsea & 2NE1.