Secarik Kesan Terhadap Eny Rochmawati Octaviani

Please log in or register to like posts.
News
Secarik Kesan Terhadap Eny Rochmawati Octaviani

Manusia adalah makhluk berperasaan, sehingga rasa bagi manusia menjadi landasan yang kuat. Segala perkara maupun peristiwa yang memberikan manfaat pada rasa manusia pasti berguna bagi keberlangsungan keseharian ummat manusia. Kebergunaan membuat perkara tersebut meninggalkan secarik kesan yang mengendap kuat. Tak hanya sebentar, melainkan dalam jangka waktu lama.

Sebagai makhluk berperasaan, berunjuk rasa merupakan pementasan yang wajar dilakukan dalam keseharian. Entah unjuk rasa melalui rupa, nada, gerakan, tulisan, dsb. dst. termasuk bergeming. Segala unjuk rasa yang yang bisa menggembirakan rasa ataupun menjadi sarana melepas rasa lara menimbulkan kekaguman pada pengunjuk rasa. Kekaguman menyebabkan manusia yang dikagumi mewujud sebagai panutan.

Semua orang tentu memiliki panutan. Mulai orangtuanya, keluarga, tetangga, sahabat, guru, teman, hingga sosok lainnya termasuk sosok yang dikenal sebagai public figure. Panutan, baik seorangan atau sekerumunan, memberi semangat terhadap langkah yang dijalani dalam melakoni keseharian. Panutan memiliki peran psikis, yang dapat memengaruhi pandangan (cara, sudut, jarak, sisi, dan resolusi) terhadap sesuatu bahkan bisa memengaruhi seseorang sepenuhnya.

Setiap manusia layak menjadi panutan. Entah manusia tersebut dipandang sebagai sosok besar karena banyak orang juga mengaguminya atau dipandang sebagai sosok kecil karena sedikit orang yang mengenalnya. Sepanjang orang menampilkan kesungguhan dalam menjalani keseharian, pasti ada orang yang menjadikannya sebagai panutan, meski diam-diam.

secarik kesan

 

Eny Rochmwati Octaviani Panutan Saya

Ada banyak sosok menjadi panutan saya, salah satunya ialah Eny Rochmwati Octaviani. Saya beruntung berjumpa dengan perempuan yang kehadirannya senantiasa memperkaya dan mewarnai keseharian saya. Lebih beruntung lagi, saya bisa bersahabat dengannya sejak masa persemaian remaja. Persahabatan yang tak istimewa karena semua orang mengalaminya.

Bersama Tata, emosi bergejolak naik dan turun seiring dengan perjalanan persahabatan. Interaksi secara alami menghasilkan cekcok sepertihalnya perjuangan bertahan bersama dalam kebersamaan. Sebagai sahabat, Tata memiliki daya dorong luar biasa yang sanggup membawa batin saya larut terhadap suatu perkara. Saking larut batin itu sampai tak bisa dirunut dengan nalar biasa.

Dalam beberapa perkara, pernyataan Tata memang terasa bermakna. Pernyataan Tata sebetulnya bukan ungkapan baru, menjadi baru hanya karena diucapkan olehnya, diucapkan oleh bukan sekadar penghafal ‘mantra itu’ walakin sekaligus oleh sang pelaku. Satu hal yang membuat ungkapan memiliki energi untuk disampaikan, bukan semata materi yang terasa enak didengarkan.

kesan

Memberikan Wawasan Bukan Picisan

Kehadiran Tata adalah salah satu peristiwa fenomenal yang saya alami. Satu peristiwa yang terasa asyik. Asyiknya begini: banyak hal yang semula cuma saya pahami sebagai penjelasan tertulis maupun penjelasan lisan, dari Tata semua itu bisa dimengerti melalui penjelasan berkesan setelah bersinggungan dengan pengalaman pribadi. Tata terlahir dengan kelihaian untuk menghibur ketika lara dan dan mengingatkan saat mapan dengan cara yang bisa dilakukannya secara mengagumkan.

Misalnya ketika berbicara soal penampilan badan. Sebagai seorang perempuan, tentu Tata senantiasa memperhatikan penampilan badan. Perhatian dapat berupa perawatan fisik, pemilihan busana yang dikenakan, hingga perilaku ketika mengenakan busana tertentu. Karena mengalami keadaan seperti ini, Tata senantiasa tampil dengan busana yang tampak enak dipandang.

Dulu saya tak terlalu memperhatikan perihal penampilan badan. Nyaris sangat mengabaikan cenderung meremehkan. Gara-garanya saya memendam kuat anggapan bahwa memperhatikan penampilan hanyalah ajang untuk pamer saja. Namun dari Tata saya mendapatkan sisi lain. “Tapi, kalau kita tampil rapi, itu berarti kita menghormati orang lain,” tuturnya saat kami sedang menanti pesanan dalam satu makan siang di warung Keboen Iboe, Muria, Kudus.

Penghormatan terhadap orang lain itulah sisi lainnya. Saya rasa Tata tepat juga, atau minimal pernyataannya tak bisa disalahkan. Coba bayangkan, seandainya diminta datang oleh rekan kita ke dalam acara futsal, namun busana yang dikenakan ialah kemeja dan sarung, kira-kira apakah orang yang meminta merasa dihormati? Membuat orang lain merasa dihormati bukankah perilaku terpuji?

Salah Satu Sosok Paling Berpengaruh

Wajar kalau Tata kemudian tumbuh menjadi salah satu sosok paling berpengaruh terhadap perjalanan yang saya alami hingga menyebabkan saya enggan menyebut menjadi diri sendiri. Saya baru bisa menyebut bahwa saya menjadi diri sendiri jika bisa membuang pengaruh itu seluruhnya. Bisakah saya melakukannya? Yang jelas sampai saat ini dan saat nanti saya tidak bisa mengembalikan air susu Ibuk yang saya tetek ketika balita.

Tata senantiasa hadir untuk membesarkan hati saya. Membesarkan hati saya sebagai pemacu untuk segera bangkit dari keterpurukan dalam waktu singkat. Membesarkan hati setelah meluangkan waktu untuk menyimak keluh kesah sebagai cara untuk mengenali masalah. Bagusnya Tata tak selalu memberi saran pada saya. Dia berusaha untuk membantu saya mengenali masalah yang dialami sekaligus memberi kepercayaan sepenuhnya bahwa saya bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara saya sendiri.

Kebiasaan Tata sebenarnya biasa saja lantaran memang semestinya tak mekso dan ngoyo memberikan saran melainkan mengenali masalahnya dulu. Hanya saja sebagian manusia merasa sia-sia berkeluh kesah dan merasa kurang hebat kalau tak bisa memberi saran. Tata hanya meluangkan waktunya untuk berbagi, yang oleh Yoona dituturkan, “Happiness is doubled when you share them together and sadness is halved when you share them together.”

Berkali-kali Tata membesarkan hati saya dan saya harus tahu diri. Saya cuma laki yang tak bisa membesarkan hati perempuan seperti Tata. Saya belum pernah merasakan sakitnya datang bulan, mengandung bayi, menyusui bayi, mengasuh anak dengan penuh kasih sayang. Saya memang tak akan merasakan sendiri pengalaman yang sudah dan akan dirasakan oleh Tata.

Tata Hanya Manusia Biasa

Perempuan kelahiran Kudus, 04 Oktober 1995, ini memang manusia biasa. Tata merupakan sosok berperasaan yang peduli pada penampilan badan dengan kemauan untuk membaur dalam lingkungan. Sepanjang menjalani keseharian, dia hanya berusaha untuk menghibur ketika lara dan mengingatkan saat mapan.

Tak ada yang istimewa dari Tata karena semua manusia bisa meniru untuk melakukannya. Malahan Tata sendiri mengagumi manusia lainnya, seperti Im Yoon-ah anggota Girls’ Generation. Walau tak istimewa, perempuan Libra ini tetaplah sosok panutan yang patut dianut. Semangat perjuangannya layak diperjuangkan. Perjalanannya merupakan satu sisi megah tersendiri yang layak dikagumi.

Tata mentas tanpa mencari pencapaian namun tak lelah berjuang. Di-reken sukses atau tidak dalam pencapaian bukan urusannya, yang merupakan kesuksannya hanyalah tak lelah mengayuh secara terus-menerus. Mengayuh… mengayuh… mengayuh perjalanan… saling mengapresiasi kesamaan dan menghormati ketidaksamaan… “You say God give me a choice…” seperti lantun Queen dalam Bicycle Race.

Tata tak lelah berjuang mewujudkan keseimbangan lingkungan kebersamaan. Keseimbangan yang membuat orang-orang merasa aman dan nyaman saat saling menyapa karena memiliki rasa sama. Satu perjalanan yang patut diapresiasi.

Saling menyapa adalah satu cara jitu untuk merawat titik temu antar sesama. Seperti diungkapkan oleh nama besar sebelum Tata, Muhammad shallallahu’alaihiwasallam. Sang Kirana Azalea bertutur bahwa menyapa adalah senjata manusia beriman (الدعاء سلاح المؤمن). Satu pernyataan yang diabadikan oleh Madonna Louise Veronica Ciccone melalui Like a Prayer.

Tata tetaplah Tata, yang terus melangkah tanpa bisa dituturkan melalui kata dan aksara sepenuhnya. Karena perempuan memang sulit dimengerti sepenuhnya, walau tetap bisa dinikmati seutuhnya. Tata ketika dilihat itu fisik, ketika dinikmati itu hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *