Daya Pikat Drama Korea

Please log in or register to like posts.
News
Daya Pikat Drama Korea

Jatuhnya K-Pop tak serta merta membuat Korea Selatan terkapar begitu saja. Mereka tetap tegap membusungkan dada dalam menyapa dunia. Drama Korea adalah penyebabnya.

Drama Korea kini semakin digemari banyak orang, bukan hanya menampilkan pemeran yang menawan, walakin cerita yang disajikan pun tak sembarangan. Berbeda dengan kebanyakan sinetron di Indonesia, banyak yang menilai Drama Korea memiliki cerita yang tak biasa dan monoton.

Saat K-Pop tak sanggup menggeliat, justru Drama Korea menunjukkan daya pikat. Sebagai gambaran, banyak orang yang mulanya tak melirik Drama Korea kini mulai menjadi penikmat. Mereka bukan hanya penggemar lawas, peralihan dari K-Pop, bahkan ada yang baru menyukai Korea melalui dramanya ini. Pengenalan yang segera memberi rasa candu tersendiri.

Penggemar Drama Korea tak asing dengan perasaan ketagihan saat mulai menontonnya. Rasanya satu episode tak pernah cukup. Bahkan saya kerap begadang hingga pagi menjalang karena penasaran dengan cerita di episode selanjutnya. Tak jarang, Drama Korea pun sering digunakan untuk mengusir kepenatan dari sibuknya kegiatan karena sifatnya yang ‘nagih’. Bagaimana bisa Drama Korea mengusir kepenatan?

Buat kalian yang belum pernah menonton Drama Korea, baiknya mencoba. Pertama, kemungkinan akan terpesona dengan pemerannya. Kedua, bisa jadi hanyut dalam cerita yang disajikan, karena mereka yang dibalik layar selalu bisa memberikan sensasi berbeda di setiap tahap ceritanya. Dampaknya, Drama Korea bisa membuat kita lupa waktu. Bahkan bisa membantu melupakan masalah dan memperbaiki mood.

Alasan Drama Korea begitu diminati

Keterkenalan dan ketertarikan yang tinggi masyarakat Indonesia terhadap Drama Korea tampaknya karena mereka tak mendapatkan kepuasan saat menonton drama seri dan sejenisnnya versi Indonesia. Adanya Drama Korea pun seolah menjawab kehausan tersebut.

Memang tema cinta masih sering digunakan, namun jenis cinta yang disajikan tak melulu soal sepasang kekasih yang jatuh cinta. Konsep dan cerita yang matang pun membuat setiap scene begitu berkesan. Cerita yang disajikan juga begitu dekat dengan keseharian banyak orang. Akhir ceritanya pun tak dibuat-buat, tak melulu happy ending, meski tak dimungkiri ada yang memiliki alur cerita dan ahir yang bisa ditebak.

Soundtrack, yang kerap disepelekan di Indonesia, justru dalam Drama Korea menjadi soal krusial. Coba saja Anda perhatikan bahwa dalam sebuah judul Drama Korea tak hanya memiliki satu soundtrack, mereka menyajikan beberapa pengiring lagu yang sesuai dengan alur cerita yang disajikan, hal ini tentunya menambah sensasi berbeda saat menontonnya. Banyak orang tak mengerti arti dari lirik lagu yang disampaikan, namun alunan musik yang senada dengan alur cerita membuat Drama Korea seolah menjadi pilihan tepat untuk ditonton.

Berlinang Air Mata Menonton Drama Korea

Sejatinya, menarik ketika menilik eksistensi Drama Korea yang terus berinovasi mulai dari pemilihan pemain, alur cerita hingga menyisipkan sederet hal unik dalam adegan yang membuat penonton bertanya-tanya seperti apa kelanjutannya.

Rasa penasaran itu tercipta tidak lain karena Drama Korea memiliki keunikannya sendiri. Mengemas keseharian sehari-hari seseorang dengan kemelut dan konflik soal bertahan hidup, tekanan pekerjaan, kegelisahan hati sampai perjalanan cinta yang rumit.

Bagi saya, Drama Korea tidak melulu soal cinta. Mengapa? Karena pesan moral dan refleksi keseharian yang juga tidak selalu berjalan mulus pun terukir jelas dari potongan demi potongan adegan.

Lantas, jika berbicara aspek keseharian, Drama Korea jelas memilikinya. Terutama soal bagaimana bertahan di tengah kerasnya terpaan cobaan keseharian dengan giat bekerja. Tidak dapat dimungkiri, balutan cinta membuat Drama Korea terasa lengkap.

Ya, cinta. Sebuah rasa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Tersenyum tiba-tiba teringat si dia. Murung ketika tiada lagi arti ‘kami’ dalam jalinan asmara. Terpana melihat semua perasaan kasih menjadi nyata. Tetapi, lawan kata dari suka adalah duka bukan? Begitu pula alur cerita naik turun yang membangkitkan emosi penonton Drama Korea. Gambaran perjalanan cinta seperti itu ada di Drama Korea.

Warna-warna Drama Korea

Sejatinya, banyak hal yang dapat kita petik dari penayangan Drama Korea. Mengapa? Karena Drama Korea dikemas eksklusif dalam episode terbatas. Hal ini tentu membuat Drama Korea padat makna dan tidak terkesan bertele-tele dengan banyaknya episode yang bisa membuat penonton bosan.

Descendants of the Sun, misalnya. Sebuah Drama Korea yang tayang tahun ini sebanyak 16 episode, 24 Februari hingga 14 April. Serial ini sangat sukses di Korea Selatan dan memperoleh popularitas yang sangat besar di seluruh Asia. KBS menayangkan 3 episode spesial tambahan dari 20 April hingga 22 April yang berisi peristiwa menarik dan adegan terbaik serial tersebut, proses produksi drama tersebut, cuplikan di balik adegan, komentar dari para pemeran, dan epilog akhir.

Kapten Yoo Si-jin (Song Joong-ki) adalah tentara pasukan khusus Tentara Angkatan Darat Korea Selatan yang memimpin kelompok khusus bernama Tim Alpha yang terdiri dari lima tentara, termasuk dirinya sendiri.

Pada awal cerita, Si-jin dan Sersan Mayor Seo Dae-young (Jin Goo) menangkap pencuri sepeda motor Kim Gi-beom. Gi-beom yang terluka akibat jatuh dari motor dikirim ke Rumah Sakit Haesung, tempat di mana Dokter Kang Mo-yeon (Song Hye-kyo) bekerja. Terpesona akan kecantikan Mo-yeon, Si-jin berusaha mencari perhatian Mo-yeon.

Sayangnya, Mo-yeon tak begitu saja percaya Si-jin dan Dae-young benar-benar tentara, terlebih lagi karena nama samaran Si-jin adalah “Big Boss” (bos besar), sehingga Mo-yeon mencurigai mereka berdua adalah gangster yang memukuli Gi-beom. Untuk memverifikasi identitas mereka, Si-jin meminta bantuan dokter tentara Yoon Myeong-ju (Kim Ji-won) yang pernah magang di Rumah Sakit Haesung. Meski punya masa lalu kurang menyenangkan dengan Myeong-ju, Mo-yeon percaya dengan verifikasi Myeong-ju.

Mo-yeon dan Si-jin pun menjadi akrab satu sama lain sejak Si-jin meminta Mo-yeon mengobati lukanya. Mereka juga membuat janji untuk menonton film bersama di bioskop. Sayangnya, sebagai tentara, Si-jin selalu saja sibuk sehingga sering membatalkan janji mereka.

Mo-yeon baru menyadari bahwa Si-jin mempunyai pekerjaan misterius yang sangat berbeda darinya. Sebagai tentara, Si-jin bisa saja membunuh orang sedangkan Mo-yeon, sebagai dokter, menganggap nyawa manusia paling berharga dan harus diselamatkan. Atas dasar inilah, Mo-yeon memutuskan hubungan dengan Si-jin. Saat itu juga, Si-jin dikirim ke negeri fiksional Urk untuk menjaga perdamaian di sana.

Lalu bagaimana cerita lengkapnya? Silakan dinikmati saja. Yang jelas, perjalanan cerita tidak terduga membuat drama ini sukses membuat perasaan saya tidak menentu. Meski akhirnya ia kembali menjadi penyiar prakiraan cuaca, tetapi alur menarik tersebut harus kalian saksikan sendiri agar mendapatkan esensi cerita.

Drama Korea, dari iseng jadi seneng. Dari dicibir hingga jadi buah bibir. Dari duka jadi suka. Dari lara jadi tawa. Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu dan posisinya dapat berbalik seketika dengan kejutan-kejutan yang disuguhkan Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *