Cinta Tidak Bisa Dipaksa

Please log in or register to like posts.
News
Cinta Tidak Bisa Dipaksa

Membahas cinta memang tidak ada habisnya. Cinta terkadang memiliki dampak tertentu untuk hidup seseorang. Ada kalanya cinta terdengar sederhana, namun siapa sangka, cinta juga menyimpan sisi yang bisa membuat orang merana.

Sama seperti selera, cinta pun tidak dapat dipaksa. Pernahkah kalian mengalami masa ketika seseorang mengungkapkan perasaan, tetapi ternyata kamu tidak memiliki perasaan yang sama atau bahkan sebaliknya?

Momen demikian tidak dimungkiri menimbulkan perasaan sakit hati hingga tidak menerima kenyataan yang terjadi. Tetapi ingatlah kembali, jika kalian berada di posisi yang sama, maukah perasaan kalian dipaksa untuk menerima yang bukan jadi kata hati?

Hal yang tidak kalah menarik adalah ketika perasaan cinta untuk orang terkasih yang telah dipupuk selama bertahun-tahun harus pupus begitu saja. Mulai dari adanya rasa tidak mau mengalah, merasa paling benar, perbedaan pandangan, tidak sejalan, hingga orang ketiga.

Banyaknya faktor perpisahan pasangan di belahan dunia menjadi bukti bahwa perasaan cinta tidak bisa dipaksa. Kala cinta dikalahkan dengan sederet masalah yang ada, maka berpisah adalah jawabnya.

Buat apa memperjuangkan sendiri sesuatu yang harusnya dilakukan bersama-sama? Buat apa harus tetap bersama tetapi cinta telah tiada? Buat apa menyiksa diri jika kalian tahu bahwa sendiri memang jalan yang terbaik? Ingat, tidak ada yang bisa mengerti kamu, lebih dari dirimu sendiri.

Cintai Diri Sendiri

Cinta memang penuh kejutan bahkan malah terkadang lucu. Cinta mampu membuat seseorang tidak fokus, tidak enak makan, terbayang-bayang selalu, menangis, membuat suasana hati kacau dan sederet dampak lainnya.

Cinta juga sanggup membawa suasana menarik hingga ogah untuk dilirik. Seperti ketika sedang jatuh cinta, tergila-gila kepada seseorang, benci perasaan tulusmu ditolak, hingga menemukan makna perjalanan cinta yang sesungguhnya.

Meski hati bisa terluka karena cinta, tetapi ingat cintailah dirimu. Tidak ada rasa cinta yang dipaksa untuk diri sendiri karena hanya dirimulah yang mengetahui apa yang dapat membuat membuatmu bahagia, bukan?

Saat merasa senang karena cinta, kita terbawa suasana dan cenderung tidak mau mendengarkan sekitar. Namun giliran sedih dan kecewa melanda, baru mengerti bahwa sesungguhnya memaksakan kehendak terutama cinta tidak akan pernah bisa membawa cerita bahagia.

Walapun demikian, belajar dari rasa sakit itu seolah memberikan pertahanan untuk hati. Ketika kecewa, nikmati saja rasa sakit yang melanda hingga waktu dapat melunturkannya.

Cinta tidak bisa dipaksa sebagaimanapun keadaannya. Kondisi ini hanya akan berbuah sakit hati dan kekecewaan. Namun, ada baiknya untuk tidak larut dalam rasa kecewa itu. Jika sudah tidak sanggup, buah apa memaksakan diri? Kalian memiliki jalan dan cara hidup sendiri untuk tetap bahagia.

Mencintai Sewajarnya, Memaklumi Seharusnya

Cinta tak ada logika. Ketika seseorang sedang merasakan manisnya jatuh cinta, segala hal tentang sosok yang dikagumi serta dicintai akan terlihat indah. Yang buruk sekalipun akan terlihat baik. Seorang rekan pernah berkata, “Setelah anak kecil yang merengek minta es krim padahal lagi sakit, orang lagi jatuh cinta juga tak kalah susahnya diberi tahu,”.

Kadang kala, ketika sedang jatuh cinta, seseorang rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Tak peduli betapa sulit keadaannya, ia akan sekeras mungkin berusaha membahagiakan, dan tak jarang mengorbankan hal-hal di luar logika kewajaran.

Mencintai serta menyayangi memang merupakan fitrah manusia. Ketika rasa itu menggeliat, dunia serasa begitu indah dari sebelumnya. Disadari atau tidak, kamu mungkin pernah berada di fase tersebut, bukan?

Setiap individu tentu memiliki konsep mencintainya masing-masing. Tapi semuanya akan melewati tahapan yang sama dalam mencintai. Yakni kehilangan. “Siap jatuh cinta, maka Anda harus siap kehilangan,”.

Tak peduli kapan dan bagaimana, kehilangan sosok yang dicintai tentu akan terjadi di setiap orang. Entah lewat perselisihan, keadaan lingkungan yang tak memungkinkan, hingga maut yang memisahkan. Jika kehilangan sebegitu tiba-tiba, bagaimana dengan ‘nasib’ cinta yang kau bangun dengan indahnya?

Sederhana dalam Mencintai

Cinta sudah selayaknya tumbuh tanpa rasa pamrih. Ketika kehilangan itu terjadi, menerima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan yang seharusnya kamu lakukan. Toh cinta tak pernah bisa kau paksa, kan?

Cintailah seseorang dengan cara terbaikmu, bahagiakanlah mereka sekuatmu. Tapi mencintailah sewajarnya. Karena mencintai sesuatu secara berlebihan, bisa jadi menjadi bumerang untukmu sendiri.

Saat mencintai secara berlebihan, manusia acapkali lupa akan fakta kehilangan. Ketika kehilangan itu terjadi, kamu hanya bisa gigit jari dan mungkin langsung mengintimidasi jika dunia serta semesta tak adil dan tak lagi berada di pihakmu. Kamu merasa duniamu runtuh dan mungkin semangat hidupmu kian memudar.

Mencintailah sewajarnya, memaklumi seharusnya. Ya, memaklumi kekurangan pasangan jauh lebih penting dalam sebuah hubungan. Jadikan pemakluman itu kelebihan serta kekuatanmu dalam mencintai. Andai kau harus kehilangan sekalipun nantinya, cinta akan menguatkanmu bukan meranakanmu.

Bukankah Tuhan akan cemburu jika umatnya lebih mencintai makhluk ciptaan-Nya ketimbang Dia? Mencintailah dengan penuh kesederhanaan, tak berlebihan, namun mengajarkanmu arti mensyukuri. Cinta merupakan anugerah Tuhan yang sudah selayaknya kau jaga dan syukuri keberadaannya. Tetaplah berdoa untuk cinta yang sedang kau perjuangkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *